Belum Ada Warga Depok Nyalon Independen

In Politika

 

RICKY/RADAR DEPOK
KOMPAK: KPU Kota Depok selepas rapat persiapan Pilgub Jabar 2018, belum lama ini.

DEPOK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat per 22 hingga 26 November 2017, membuka pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur melalui jalur perseorangan (Independen).

Namun, saat hari pertama pendaftaran, belum ada warga Depok yang nyalon dalam Pilgub Jabar 2018 mendatang.

“Itu ranahnya provinsi (KPU Jabar). Tapi sejauh ini belum ada yang daftar dari warga Depok,” kata Komisioner KPU Kota Depok, Nana Shobarna.

Nana menjelaskan, karena ini perhelatan Pilgub, jadi penerimaan pendaftaran calon, baik jalur independen maupun jalur Parpol ranahnya ada di KPU Provinsi.

Ia menerangkan, pendaftaran dibuka selama lima hari, yakni 22 hingga 26 November 2017. Bagi yang berminat, penyerahan dokumen dukungan bakal pasangan calon perseorangan bisa datang langsung ke KPU Jawa Barat, pukul 08:00 WIB hingga pukul 16:00 WIB.

“Dukungan perseorangan, harus mencapai syarat minimal sebanyak 2.132.470 dukungan yang dibuktikan dengan fotocopy KTP elektronik atau Surat Keterangan,” terang Nana.

Dukungan tersebut, sambung Nana menguraikan, juga harus tersebar di lebih dari 14 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat. Hal itu sesuai dengan Keputusan KPU Provinsi Jawa Barat Nomor 109/PL.03.2-Kpt/32/Prov/IX/2017 tentang Penetapan Rekapitulasi DPT terakhir sebagai dasar penghitungan jumlah minimum dukungan perseorangan pada pemilihan gubernur 2018.

Setiap calon juga harus mencermati persyaratan lainnya utamanya syarat administratif. Seperti surat pernyataan dukungan yang harus menggunakan formulir model B.1-KWK, dalam format perseorangan atau kolektif, dan dikelompokkan ke dalam satuan wilayah desa dan kelurahan.

“Fotocopy e-KTP atau Suket harus berdomisili di wilayah administratif Provinsi Jawa Barat. Kemudian lampiran disusun dalam satuan desa atau kelurahan, kecamatan dan disusun berurutan berdasarkan daftar nama,” paparnya.

Bakal pasangan calon juga harus menandatangani formulir model B.2-KWK dari rekapitulasi jumlah dukungan. Persyaratan terakhir adalah dokumen dukungan diserahkan dalam bentuk softcopy, sesuai format yang disediakan pada Sistem Informasi Pencalonan dan hardcopy sebanyak tiga rangkap. Satu dokumen asli untuk KPU Provinsi Jawa Barat, satu untuk salinan PPS, dan satu dokumen untuk bakal pasangan calon.

Setiap calon yang mau melakukan pendaftaran harus memberitahukan kepada KPU Jabar, satu hari sebelum penyerahan dukungan. Selain itu, setiap calon atau tim penghubung diwajibkan mengambil username dan password SILON sebelum tanggal 22 November 2017.

“Jika kurang, setiap bakal calon diminta untuk melengkapi atau memperbaiki persyaratan jumlah dukungan dan sebaran paling lambat Minggu, 26 November 2017, pukul 16.00 WIB,” tandasnya. (cky)

You may also read!

pasien UI bunuh diri 2

Pasien Covid-19 yang Bunuh Diri di RSUI, Bukan Warga Depok

BUNUH DIRI : YS loncat dari lantai 13 RSUI dan meninggal di tempat, Kamis (3/9).

Read More...
Pasien UI bunuh diri

Pasien Covid-19 di Depok Loncat dari Lantai 13 RSUI

BUNUH DIRI : YS loncat dari lantai 13 RSUI dan meninggal di tempat, Kamis (3/9).

Read More...
Iklan bni

BNI Syariah Depok Ajak Nasabah Ngaji Seumur Hidup

  RADARDEPOK.COM, DEPOK - BNI Syariah memiliki program Nabung Haji Bisa Ngaji bekerjasama dengan Askar Kauny yaitu lembaga non profit

Read More...

Mobile Sliding Menu