Beranda Metropolis Berawal dari Ulang Tahun Anak, Rela Berhenti Bekerja

Berawal dari Ulang Tahun Anak, Rela Berhenti Bekerja

0
Berawal dari Ulang Tahun Anak, Rela Berhenti Bekerja
DICKY/RADARDEPOK EDUKASI : bebebrpa anak sedang asik menikmati hasil buah karya yang dibuat dari kardus. .
DICKY/RADARDEPOK
EDUKASI : bebebrpa anak sedang asik menikmati hasil buah karya yang dibuat dari kardus. .

Sebuah ide dapat diteluarkan dari berbagai inspirasi. Hal itu didapatkan Sanjaya Akmal Arifin, pencetus Bumi-Bumi Kardus yang mengolah sampah kardus menjadi sebuah kreatifitas. Berawal dari keisengannya untuk memberikan kado di hari ulang tahun anaknya, kardus bekas disulap menjadi karya artistik.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

 

Kabut pagi yang turun di bumi Kecamatan Sawangan, tepatnya di Kelurahan Sawangan. Terlihat sosok pria tampak semangat ditengah tumpukan kardus sambil sesekali melihat teman kerjanya dalam merangkai kardus menjadi karya seni.

Pria bernama lengkap Sanjaya Akmal Arifin mengatakan, kardus merupakan sampah yang dapat diolah menjadi karya seni, salah satunya miniatur mainan maupun replika sebuah benda. Berawal dari dorongan ingin memberikan sebuah karya seni, dalam peringatan hari ulang tahun anak yang ke-3 bernama Senandung Bumi.

“Saat itu, saya masih bekerja sebagai sekuriti disalah satu perusahaan swasta,” ujar Sanjaya.

Pria berkepala plontos tersebut mengungkapkan, disela saat bekerja sebagai penjaga malam, dia membuat kardus bekas menjadi rumah kardus untuk bermain anaknya. Belajar secara otodidak, dengan keterampilan tangannya dia menciptakan rumah kardus yang terlihat sederhana namun memiliki arti.

Melihat rumah kardus berhasil dia ciptakan, sambung Sanjaya akhirnya diposting kedalam media sosial facebook. Tidak lama berselang, karya seninya mendapatkan pujian dan Sanjaya diminta untuk membuat karya seni lainnya. Disela pekerjaannya dia mengerjakan pesanan tersebut sehingga menambah penghasilannya dalam memenuhi kebutuhan.

“Awalnya September 2015 saya membuat karya seni dari kardus bekas,” terang Sanjaya.

Sanjaya menuturkan, karena mendapatkan order pada Desember 2015 dia memutuskan untuk berhenti bekerja dan memulai usaha pada awal 2016. Menurutnya, dengan semangat dari anaknya, dia menciptakan mainan yang dapat menjadikan anak kreatif, berani bereksploitasi, dan bekerjasama dengan orangtua.

“Kardus merupakan bahan yang ramah lingkungan hal itulah yang menjadi bahan baku dalam membuat karya seni,” ucap pria kelahiran Oktober 1980 ini. (bersambung)