Beranda Pendidikan BPJS Kesehatan Evaluasi Program Ti-Rock, Jumlah Siswa Perokok di SMAN 4 Menurun

BPJS Kesehatan Evaluasi Program Ti-Rock, Jumlah Siswa Perokok di SMAN 4 Menurun

0
BPJS Kesehatan Evaluasi Program Ti-Rock, Jumlah Siswa Perokok di SMAN 4 Menurun
Ricky Juliansyah/Radar Depok KOMITMEN: Pihak BPJS Kesehatan bersama SMAN 4 Depok, IDI, Polsek Cimanggis,dan siswa menandatangani Dukungan Gerakan Berhenti Merokok.
Ricky Juliansyah/Radar Depok
KOMITMEN: Pihak BPJS Kesehatan bersama SMAN 4 Depok, IDI, Polsek Cimanggis,dan siswa menandatangani Dukungan Gerakan Berhenti Merokok.

DEPOK – Sejak September 2017, BPJS Kesehatan menyelenggarakan Program Promotif Preventif Spesifik Daerah (PPSD) berupa Penanggulangan bahaya rokok terhadap pelajar di wilayah Jabodetabek, yaitu melalui Program Ti-Rock (Tinggalkan Rokok).

“Untuk Kota Depok, program Ti-Rock telah dilaksanakan di SMPN 11 Depok dan SMAN 4 Depok. Antusiasme pihak sekolah dalam Program Ti-Rock terbilang cukup baik. Hal tersebut dibuktikan dari jumlah pelajar yang diikutkan sebagai sasaran menembus angka 102 pelajar di SMPN 11 dan 113 pelajar di SMAN 4,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok Maya Febriyanti Purwandari.

Dijelaskannya, Ti-Rock merupakan program yang diselenggarakan berkelanjutan. Pada bulan pertama dilakukan edukasi massal dan skrining bagi pelajar sasaran. Mereka diperiksa menggunakan alat smokerlyzer. Di SMA Negeri 4, hasil pemeriksaan smokerlyzer memperlihatkan bahwa jumlah pelajar yang diketahui telah/ mengkonsumsi rokok adalah sebanyak 70 pelajar (62% dari 113 orang pelajar sasaran).

Pelajar yang didapati telah mengkonsumsi rokok kemudian diedukasi secara perorangan oleh dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan diminta menandatangani komitmen berhenti merokok oleh bagian kesiswaan sekolah. Mereka juga mendapatkan buku monitoring

“Pada bulan kedua, dilakukan edukasi yang didampingi orang tua/wali muridnya. Para orang tua/wali murid menyambut baik adanya program Ti-Rock, hal tersebut ditunjukan melalui ditandatanganinya komitmen orang tua untuk ikut memantau perilaku merokok dari anaknya,” tuturnya.

Berdasarkan data evaluasi bulan kedua, telah terjadi penurunan angka kebiasaan merokok pada pelajar SMAN 4. Dari yang semula rata-rata mengkonsumsi 3-5 batang rokok, menurun menjadi 2-3 batang rokok/harinya. Para orang tua/wali murid pelajar yang juga merupakan perokok ikut bertekad untuk berhenti merokok.

Sementara, Kepala SMAN 4, Umar, mengaku sangat mendukung kegiatan Ti-Rock. Melalui kegiatan ini diharapkan akan semakin meminimalisasi angka perokok di kalangan pelajar.

“Pelajar adalah generasi muda yang dalam masa pertumbuhan, sehingga membutuhkan tubuh yang sehat dan kuat demi masa depannya. Jadi, jangan sampai terkontaminasi rokok,” ujarnya.

Untuk mencegah siswa menjadi perokok, dirinya meminta kepada seluruh pihak yang berkaitan dengan dunia pendidikan, mencakup guru, kepala sekolah, hingga dinas pendidikan agar memberikan contoh bebas dari rokok.

“Siswa itu mencontoh apa yang dilihat, didengar, dan dirasakannya. Jika ada orang yang lebih dewasa di sekitarnya merokok, tentu ada potensi untuk ikut mencoba,” pungkasnya.

Umar juga meminta agar sosialisasi Ti-Rock bisa dilakukan di jenjang SD dan SMP. Pasalnya, banyak siswa yang merokok di tingkat SMA ternyata sudah mengenal rokok dari jenjang sebelumnya.(cky)