Beranda Politika Dai Ujung Tombak Semangat Kebangsaan

Dai Ujung Tombak Semangat Kebangsaan

0
Dai Ujung Tombak Semangat Kebangsaan
RICKY/RADAR DEPOK SILATURAHMI: Suasana saat 'Dai Aswaja Bela Negara' di LPP Garden Hotel, Sleman, Yogjakarta. Selasa (7/11).
RICKY/RADAR DEPOK
SILATURAHMI: Suasana saat ‘Dai Aswaja Bela Negara’ di LPP Garden Hotel, Sleman, Yogjakarta. Selasa (7/11).

DEPOK – Pondok Pesantren Al-Hikam Depok bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan menggelar lokakarya ‘Dai Aswaja Bela Negara’ di LPP Garden Hotel, Sleman, Yogjakarta. Selasa (7/11).

Pengasuh Pesantren Al-Hikam Malang KH. Muhammad Nafi mengatakan, Munculnya trend para pendakwah atau dai entertain (menekankan hiburan) di media elektronik dan masyarakat sedang marak, karenannya ia mengajak para dai agar mendekatkan kembali meneguhkan ke-Islaman, kemanusiaan dan semangat berdakwah.

“Dalam kesempatan ini, saatnya meneguhkan kembali semangat ke-Indonesia-an dan kebangsaan diperkuat kembali,” ujar Nafi.

Karena sesungguhnya hal itu bagian dari semangat kepahlawanan. Diketahui, kontribusi umat Islam dalam kebangsaan, kemanusiaan dalam merebut kemerdekaan. Sebab, jka tidak diperkuat akan menjadi masalah.

Nafi mengungkapkan, sebenarnya televisi dan radio sebagai sarana dalam berdakwah. Dan entertaint dalam berdakwah tujuannya agar membuat penyajiannya lebih menarik sehingga pesan dengan mudah tersampaikan.

“Entertain sebetulnya tujuannya to make up bukan to make down massage. Entertain sebagai tontonan dimasukan dalam dakwah adalah bagian dari proses kreatif tontonan dengan tuntunan menyampaikan pesan. Saya kira para dai dan media bisa berkontribusi dalam berdakwah,”paparnya.

Sementara, salah satu panitia penyelenggara dari Pesantren Al-Hikam Depok Ust. Sofiuddin mengungkapkan, kegiatan tersebut kelanjutan acara di Cipanas.

Menurutnya, perlunya pembuatan modul Da’i Aswaja Bela Negara sebagai pegangan dalam menyebarkan dakwah di masyarakat. “Secara garis besar modul tersebut berisi tentang dakwah Aswaja Bela Negara, Metodologi Dakwah Aswaja dan Kaderisasi Dakwah Aswaja,”paparnya.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut, diikuti sebanyak 30 dai dan ulama dari perwakilan Indonesa bagan tengah.

Dirinya berharap, lokakarya ini dapat menjadi ajang masukan dari berbagai daerah dalam upaya penyempurnaan penyusunan modul Da’i Aswaja Bela Negara.

“Kita berharap bisa menyerap masukan dari daerah-daerah yang nantinya sebagai bahan penyusunan modul. Ini sangat penting, bagaimana agar para dai juga sebagai ujung tombak dalam menyampaikan semangat kebangsaan dan Bela Negara pada masyarakat,” ucap Sofi.

Dalam kesempatan tersebut sebagai narasumber KH. Fadhola Musyafa, KH. Adnan dan Dewan Pakar Institut Hasyim Muzadi (IHM) KH. M. Wahab. Tampak hadir juga sejumlah pimpinan Pondok Pesantren. (cky)