Beranda Pendidikan Debat Bahasa Inggris untuk ke Jawa Barat Diikuti 54 Peserta, 6 Orang akan Dijadikan Tim

Debat Bahasa Inggris untuk ke Jawa Barat Diikuti 54 Peserta, 6 Orang akan Dijadikan Tim

0
Debat Bahasa Inggris untuk ke Jawa Barat Diikuti 54 Peserta, 6 Orang akan Dijadikan Tim
PEBRI/RADAR DEPOK TERBAIK: Peserta Lomba Debat Bahasa Inggris tingkat SMA se-Kota Depok berfoto bersama dengan juri yang merupakan guru di LKP English First EF, Minggu (26/11).

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris tingkat SMA bekerja sama dengan LKP English First EF, mengadakan Lomba Debat Bahasa Inggris tingkat SMA se-Kota Depok. Lomba tersebut untuk mencari siswa yang akan menjadi wakil Kota Depok untuk lomba serupa di tingkat Jawa Barat.

LAPORAN: PEBRI MULYA

 

Ada 18 tim yang ikut serta. Setiap tim ada tiga siswa yang berasal dari satu sekolah. Jadi total ada 54 peserta. Sedangkan untuk sistem yang digunakan dalam lomba tersebut, yakni sistem gugur. Mereka adalah siswa kelas X dan XI.

“Nantinya ada empat pemenang, yakni juara satu sampai tiga dan harapan satu,” ucap ketua pelaksana, Erwan kepada Radar Depok.

Erwan menuturkan, tidak hanya mencari juara saja, tetapi dicari enam Best Speakers. Dari enam siswa tersebut akan dijadikan satu tim yang terdiri dari tiga siswa. Jadi, dari enam siswa tersebut akan diadakan seleksi lagi, menjadi satu tim untuk menjadi wakil Kota Depok di ajang Lomba Debat Bahasa Inggris tingkat SMA se-Jawa Barat.

“Ini adalah ajang tahunan yang tingkat kepesertaannya sampai ke tingkat internasional. Beberapa tahun lalu tim dari Kota Depok pernah sampai pada tingkat nasional. Semoga saja di tahun ini bisa mengulang prestasi yang sama,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan LKP English First EF, Maya menturkan, dukungan yang diberikannya pada MGMP Bahasa Inggris tingkat SMA, merupakan bagian dari program Sayap Dewa. Jadi, membantu masyarakat dalam berbagai hal, yang bisa berkaitan dengan bahasa. Karena sekarang ini bahasa Inggris sudah menjadi bahasa internasional.

“EF setidaknya bisa membantu masyarakat untuk bisa mengikuti perkembangan zaman, terutama yang berkaitan dengan bahasa,” jelasnya. (*)