DINAS Kearsipan dan Perpustakaan Kota Depok mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Depok untuk memanfaatkan Perpustakaan Umum Kota Depok yang ada di area Balaikota Depok, Jalan Raya Margonda, No. 54.

Bangunan dengan luas 3824,42 m2 dan terdiri dari tiga lantai ini memang diperuntukkan ramah bagi seluruh usia, mulai dari balita, anak, remaja, orangtua, hingga lansia. Pemanfaatannya pun gratis.

“Faktor kenyamanan pengunjung sangat diprioritaskan. Salah satunya dengan memisahkan ruang baca umum dengan ruang baca anak, sehingga pembaca umum dapat melakukan aktivitasnya dengan nyaman. Sedangkan bagi anak, bisa dengan leluasa membaca di ruang baca anak. Anak juga tidak membaca buku yang belum pantas untuk usia mereka,” ungkap Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah, S.Pd, MM.

Untuk anak, katanya lagi, jangan khawatir buku rusak atau lusuh saat dibaca. Itu justru membuktikan bahwa buku tersebut dibaca. Jika sudah sekian lama, buku masih dalam kondisi mulus dan rapi menandakan tidak ada yang membaca. “Keberhasilan perpustakaan adalah saat buku sering dibaca dan dipinjam. Kalau tidak ada yang baca dan pinjam, berarti perlu dievaluasi buku tersebut. Maksimal meminjam 2 buku dalam waktu seminggu. Bisa diperpanjang menjadi 2 minggu,” katanya.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Depok, katanya lagi, juga terus memberikan informasi mengenai keberadaan Perpustakaan Umum. Informasi disampaikan salah satunya melalui program perpustakaan keliling, penyebaran leaflet, mengadakan berbagai lomba, hingga bedah buku. Semuanya dilakukan untuk memperkenalkan Perpustakaan Umum Kota Depok  ke masyarakat, meningkatkan jumlah pengunjung, hingga membudayakan membaca.

“Untuk menggiatkan budaya membaca di kalangan masyarakat, telah dipilih Abang Mpok Depok, yakni Abang Zaka dan Mpok Destu sebagai Duta Baca. Keduanya sering dihadirkan dalam program perpuatakaan keliling, bulan bahasa, launching literasi sekolah, kunjungan edukasi, hingga nonton bareng,” paparnya.

Guna menjadikan membaca menjadi sebuah budaya, kebisaaan, dan kebutuhan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan juga telah mengajukan rancangan peraturan daerah tentang Gemar Membaca. Raperda tersebut mengatur tentang budaya membaca di lingkungan keluarga dan masyarakat. Di keluarga dalam sehari diwajibkan meluangkan waktu untuk membaca.

“Raperda tersebut sejalan dengan Undang-Undang Perpustakaan No 43 tahun 2007. Pada dasarnya, ada tiga unsur dalam membudayakan membaca, yakni keluarga, masyarakat, dan satuan pendidikan. Kami ingin mengajak semua pihak, termasuk dunia usaha untuk membantu membudayakan membaca kepada masyarakat. Diharapkan juga kedepannya akan ada perpustakaan komunitas, seperti OPD, perpustakaan di rumah ibadah. Teknisnya akan dijabarkan melalui perwal,” harapnya.

Terkait perpustakaan keliling, Siti Chaerijah menjelaskan bahwa perpustakaan keliling dimanfaatkan untuk menjangkau daerah yang jauh dari Perpustakaan Umum Kota Depok. Lokasi yang dikunjungi bisanya sekolah atau pasar. Perpustakaan keliling ini hamper setiap hari mobile merambah hingga ke pinggiran Kota Depok. Pada tahun ini ditargetkan sebanyak 300 titik dikunjungi perpustakaan keliling.

“Perpustakaan keliling saaat ini ada tiga yang aktif. Hampir setiap hari keliling. Bahkan Minggu di car free day. Jika sekolah libur, yang dikunjungi adalah puskesmas atau pasar. Jumlah buku yang dibawa bisanya mencapai 500 buku, kebanyakan buku anak-anak.setiap pelaksanaan perpustakaan keliling selalu evaluasi. Kami juga bisa menerima permintaan dari masyarakat yang ingin didatangi perpustakaan keliling. Silakan membuat surat permohonan dan diajukan ke dinas,” paparnya.

Mengenai jumlah anggota Perpustakaan Umum Kota Depok, hingga saat ini terdaftar sebanyak 5.848 orang. Kebanyakan peserta adalah pelajar 2.564 orang, umum 1.738 orang, mahasiswa 942 orang, dan karyawan 604 orang. Untuk mendaftar sebagai anggota Perpustakaan Umum sangat gampang. Cukup datang ke Perpustakaan dengan membawa fotokopi KTP Depok. Selanjutnya, dilakukan pengambilan foto dan pencetakan. Untuk yang belum bisa datang ke perpustakaan umum, pendaftaran juga bisa dilakukan secara online dengan mengakses www.kap.depok.go.id/depokcorner.

“Saat ini koleksi buku di Perpustakaan Umum Kota Depok sudah mencapai 26.874 eksemplar. Setiap tahun dianggaran untuk pengadaan 5.000 buku agar jumlah buku semakin banyak dan koleksi makin lengkap. Di sini juga ada kotak saran yang menampung masukan mengenai permintaan buku yang perlu disediakan, buku yang tidak layak baca. Setiap bulan masukan dirangkum. Masukan dari pengunjung salah satu dasar pengadaan buku. Perpustakaan Umum juga menerima bantuan buku dari berbagai pihak, termasuk masyarakat. Syaratnya layak baca secara konten dan fisik, bukan fotocopi. Konten juga tidak mengandung kekerasan,” pungkasnya.(adv)