Beranda Pendidikan Emil Salim Tutup My Darling @School

Emil Salim Tutup My Darling @School

0
Emil Salim Tutup My Darling @School
PEBRI/RADAR DEPOK PENUTUPAN: Tokoh Lingkungan Hidup, Prof. Emil Salim berfoto bersama dengan tamu undangan dan pihak Sekolah Nasional Plus Tunas Global dan pemenang KVGC 2017.
PEBRI/RADAR DEPOK
PENUTUPAN: Tokoh Lingkungan Hidup, Prof. Emil Salim berfoto bersama dengan tamu undangan dan pihak Sekolah Nasional Plus Tunas Global dan pemenang KVGC 2017

DEPOK – Pada penutupan acara edukasi lingkungan yaitu Gebyar My Darling @School yang diadakan Sekolah Nasional Plus Tunas Global, Tokoh Lingkungan Hidup, Prof. Emil Salim hadir. Ini adalah yang kesembilan kalinya mantan Menteri Lingkungan Hidup tersebut, hadir ke sekolah yang beralamat di Jalan Nusa Indah, No.16, Kecamatan Pancoranmas.

Acara tersebut, juga diisi dengan Lomba Kindergarten Vocal Group Competition (KVGC) 2017 yang memperebutkan piala bergilir Prof. DR. Emil Salim. Dalam lomba tersebut yang menjadi juara pertama adalah TK Kinderfield sebagai juara 1. Selain piala bergilir, mereka juga berhak mendapatkan piala juara 1 dan uang pembinaan sebesar Rp2,5 juta.  Selanjutnya berturut-turut sebagai juara 2 sampai harapan III adalah TK Happy Holy Kid DTC, TKK BPK Penabur,  TK HFO Tugu Sawangan, TK Cambridge, dan TK Global Islamic School.

Dewan Pembina Yayasan Mandiri Tunas Global, Eppi S. Rahman mengatakan kegiatan My Darling @School adalah upaya sekolah untuk membangun kepedulian pada anak-anak. Tema kepedulian dikembangkan seluas-luasnya melalui kepedulian terhadap lingkungan hidup, kepedulian sosial dan kepedulian ekonomi.

“Kita harus bersiap menghadapi tantangan di 2030, yang pada saat itu Indonesia diuntungkan oleh bonus demografi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Emil Salim menyampaikan orasinya. Dia menuturkan, pendidikan harus secara utuh mendidik para siswa penerus generasi bangsa dengan cara mengasah kemampuan berpikirnya yaitu bagian otak kanan dan kiri.

“Kemampuan kedua bagian otak tersebut, bila dioptimalkan maka akan menjadikan anak tidak hanya pintar, cerdas, tetapi juga menjadikan mereka pribadi yang santun dan berbudaya,” terangnya.

Emil Salim berpesan, agar terus menanam. Pembangunan gedung dan infrastruktur harus diimbangi dengan menanam pohon. Agar kualitas udara tetap segar dan aman.

“Seperti Masjid Istiqlal yang juga memperhitungkan sirkulasi udara, sehingga dalam desainnya ada ruang – ruang atau celah yang diperhitungkan secara matematis. Di sekitar masjidpun juga ditanamai pohon agar lingkungan sekitarnya juga sejuk,” terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut dihadiri Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Ety Suryahati, Kabid PAUD Dikmas Tatik Wijayati, Seketaris Kecamatan Pancoranmas, Lurah Depok Mustakim. (peb)