Beranda Metropolis Empat Sekolah Bertarung di LSS

Empat Sekolah Bertarung di LSS

0
Empat Sekolah Bertarung di LSS
IST/ RADAR DEPOK PIMPIN RAPAT : Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna (tengah) memimpin rapat koordinasi dalam persiapan Penilain Lomba Sekolah Sehat (LSS) di Aula Edelweis,Balaikota Depok, kemarin.
IST/ RADAR DEPOK
PIMPIN RAPAT : Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna (tengah) memimpin rapat koordinasi dalam persiapan Penilain Lomba Sekolah Sehat (LSS) di Aula Edelweis,Balaikota Depok, kemarin.

DEPOK-Demi menyukseskan Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Jawa Barat (Jabar). Kemarin, tim menyelenggarakan rapat koordinasi (Rakor). Tahun ini ada empat sekolah yang mengikuti LSS, harus menjadi Helth Promoting School.

“Kami adakan rapat ini guna menghadapi LSS Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2017,” kata Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurut Pradi, keberhasilan penyelenggaraan LSS, bukan hanya pada penerapan metode, strategi, koordinasi integrasi, dan teknik. Tapi dilihat dari sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan pemecahan masalah. “Untuk itu marih kita sukseskan LSS di tingkat provinsi,” katanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Ada empat sekolah yang mengikuti LSS di tingkat provinsi. Ada TK Alfikri Kecamatan Sukmajaya, SDIT Rahmaniyah Kecamatan Sukmajaya, SMPN 2 Depok Kecamatan Pancoranmas, dan SMA Avicena Kecamatan Cinere. Sekolah di Kota Depok khusus yang empat ini harus menjadi Helth Promoting School. Artinya sekolah yang dapat meningkatkan derajat kesehatan bagi semua warga sekolahnya. “Sekolah juga harus menyenangkan dan bebas bullying. Sekolah menyenangkan juga merupakan klimaks dari perpaduan sekolah sehat, aman, dan ramah anak,” terang pria yang juga Ketua Pembina UKS Kota Depok ini.

Kepala Bagian Sosial Setda Kota Depok, Marjaya mengatakan, lomba tersebut akan digelar November. Untuk itu, mantan Camat Cilodong ini berharap, dengan rakor bisa menjadi media untuk menyiapkan dan menyempurnakan kekurangan kempat sekolah tersebut. “Sehingga standar penilain bisa terpenuhi,” ujarnya.(irw)