ADE/RADAR DEPOK
ANTRE: Ribuan pelanggar lalu lintas sedang mengambil barang bukti berupa SIM atau STNK di halaman Kejaksaan Negeri Kota Depok, Jumat (10/11).

DEPOK – Ribuan pelanggar lalu lintas di Kota Depok memenuhi halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok yang terletak di Kompleks Perkantoran Boulevard Grand Depok City (GDC), Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, sejak pukul 08.00, Jumat (10/11).

Mereka hendak mengambil barang bukti berupa SIM atau STNK yang sebelumnya ditahan polisi lantaran melakukan pelanggaran.

Salah seorang jaksa, Lira mengatakan, total keseluruhan ada 2.534 pelanggar yang rata-rata merupakan pengendara sepeda motor. Kesalahan pemilik kendaraan yang terbanyak adalah tidak memiliki SIM.

“Ini baru pelimpahan berkas dari tanggal 1 sampai sekarang,” kata Lira kepada Radar Depok.

Baca Juga  Tilang Elektronik Mulai Berlaku, Hal-hal ini yang Perlu Diketahui

Aktivitas pelanggar lalu lintas tersebut tidak henti-hentinya memadati loket tilang yang berada di samping gedung kantor Kejari Kota Depok.

Tidak sedikit juga ada orang yang memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menjual jasa pengambilan (calo).

Salah seorang pelanggar, Fauzan mengaku ketilang oleh polisi di depan ITC Depok. Saat itu ia sedang melintas dan diberhentikan petugas polisi yang sedang menggelar razia.

“Saya nggak menggunakan plat nomor di kendaraan,” katanya.

Fauzan harus mengeluarkan kocek Rp50.000 sebagai denda akibat kelalaiannya dalam berkendara.

Fauzan mengaku tidak menggunakan jasa calo karena ingin mengetahui besaran denda yang sebenarnya terhadap pelanggar.

“Kalau pakai calo memang sih lebih praktis. Tapi kan harus keluar biaya lagi. Ini saya pingin tahu saja dendanya berapa, makanya usahain sendiri,” kata Fauzan. (ade)

Baca Juga  Hati-hati Depok-Jawa Ngebut 120Km/Jam Ditilang