Beranda Pendidikan Festival Literasi Apresiasi Edukasi

Festival Literasi Apresiasi Edukasi

0
Festival Literasi Apresiasi Edukasi
PEBRI/RADAR DEPOK APRESIASI: Orang tua siswa menyerahkan potongan nasi tumpeng kepada Kepala SDIT Mawaddah, Djuhana sebagai ucapan Selamat Hari Guru dalam kegiatan Festival Literasi, Sabtu (26/11).
PEBRI/RADAR DEPOK APRESIASI: Orang tua siswa menyerahkan potongan nasi tumpeng kepada Kepala SDIT Mawaddah, Djuhana sebagai ucapan Selamat Hari Guru dalam kegiatan Festival Literasi, Sabtu (26/11).

DEPOK – Sebagai salah satu sekolah yang menjalani program West Java Leader’s Reading Challange (WJLRC), SDIT Mawaddah mengadakan Festival Literasi. Dimana dalam kegiatan tersebut, ditampilkan beberapa potensi dan bakat anak, stand kerasi siswa, serta diadakan talkshow.

Penganggung Jawab Festival Literasi, Suaibatul Aslamiyyah mengatakan, ini adalah sebuah kegiatan gebyar untuk mengajak dan menyosialisasikan kepada siswa dan juga orang tua tentang manfaat dari membaca. Kegiatan tersebut, juga terinspirasi dari Festival Literasi yang diadakan Kemendikbud beberapa pekan lalu.

“Dalam Festival Literasi, kami juga melibatkan orang tua siswa. Jadi, tidak hanya kegiatan untuk siswa saja, tetapi juga untuk orang tua,” ucapnya kepada Radar Depok.

Dalam kegiatan talkshow pun masih mengangkat tema tentang literasi. Dimana, materi yang dibahas yakni tentang bagaimana orang tua mengajak anak untuk membaca sesuai dengan tingkat usianya, Selain itu, dibahas juga tentang manfaat dari kegiatan literasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Literasi sebenarnya tidak hanya sekedar membaca, tetapi siswa harus mengetahui pesan dan hikmah dari apa yang mereka baca. Sehingga, ada manfaat sebagai pembentukan karakter,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SDIT Mawaddah , Djuhana menuturkan, di sekolahnya memiliki program yang berkaitan dengan literasi. Misalnya, tiap harinya diadakan waktu sekitar 15 menit, untuk siswa membacara buku. Lalu, di hari Kamis tiap pekannya, diadakan Readaton, yang diikuti siswa dari kelas I – VI. Di SDIT Mawaddah menargetkan tiap siswanya, dalam waktu sebulan bisa membaca dua buku.

“Dalam kegiatan membaca 15 menit tiap hari dan Readaton, siswa bebas membaca buku, mereka membaca buku non pelajaran, agar mereka memiliki banyak referensi dalam kehidupan,” katanya. (peb)