ADE/RADARDEPOK LANGGAR ATURAN : Gedung baru UPN Veteran Jakarta di RT2/5 Kelurahan/Kecamatan Limo, belum mengatongi IMB, kemarin.

 

ADE/RADARDEPOK LANGGAR ATURAN : Gedung baru UPN Veteran Jakarta di RT2/5 Kelurahan/Kecamatan Limo, belum mengatongi IMB, kemarin.

DEPOK-Pemkot Depok kebobolan lagi. Diketahui, gedung baru Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta di RT2/5 Kelurahan/Kecamatan Limo, belum mengatongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Tak ayal, saat ini kampus berplat merah tersebut menjadi sorotan lingkungan setempat.

Ketua RW5 Kelurahan Limo, Mizar David menegaskan, bangunan kampus UPN Veteran itu belum memiliki IMB atau ilegal alias bodong. Kepastian itu dilandasi dari hingga saat ini, dia belum pernah menandatangani rekomendasi IMB dari pihak pengelola UPN Veteran, yang notabene kini sudah berstatus sebagai Universitas Negeri.

“Saya pastikan geduang baru empat lantai itu belum ada IMB-nya, jadi jelas bahwa gedung megah itu belum berizin,” tegas pria berkumis ini kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Terpisah, Ketua RT2/5 Limo, Ahmad dengan singkat membenarkan pernyataan Ketua RW5, David. “Ya belum ada IMB nya termasuk Gedung yang empat lantai tapi katanya sedang diurus,” singkatnya.

Menimpali hal ini, Lurah Limo, Danudi Amin mengaku sangat menyesalkan pihak pengelola UPN Veteran yang terkesan mengabaikan perijinan. Apalagi, bangunan yang dibangun cukup menjulang tinggi dan akan dipakai untuk kegiatan belajar mengajar mahasiswa.

Menurutnya, sebagai lembaga penyelenggara pendidikan semestinya UPN Veteran, dapat mematuhi aturan dan jangan melaksanakan pembangunan sebelum mengantongi IMB. Ini malah faktanya bangunan sudah rampung, tapi IMB belum ada. Padahal gedung bertingkat, memiliki resiko bahaya lebih besar jika dibandingkan dengan bangunan berlantai satu. “Kami berharap agar pihak terkait segera melakukan pengecekan perijinan gedung itu,” imbuhnya.

Ketika Radar Depok konfirmasi Dekan Falkutas Ilmu Kesehatan (Fikes) UPN Veteran, Desak Nyoman Sithi menuturkan singkat, mau menanyakan ke timnya dahulu. “Coba saya tanyakan dulu ketimnya ya,” tandas dia.(ade)