Gerakan Karakter Religius Sejak Dini

In Pendidikan

 

IST
MEMAKSIMALKAN: Rakor antara Kemenag, Dinas Pendidikan, MUI, Baznas, LPTQ dan PGRI Kota Depok.

DEPOK – Permasalahan dalam Pendidikan Agama Islam mengemuka pada kegiatan rapat koordinasi yang diselenggarakan Kasi Pendidikan dan Kependidikan Agama Islam (Pakis) dari Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Depok.

Bertempat di Aula Teratai gedung Baleka 1 Balaikota Depok rapat koordinasi (rakor) dihadiri pejabat yang terkait dalam kegiatan Pendidikan Agama Islam di Kota Depok. Di antaranya Kepala Kantor Kemenag Kota Depok H.Ismatullah Syarif, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mochamad Thamrin, Ketua MUI Kota Depok KH.A.Dimyati Badruzzaman, Kepala BAZNAS Kota Depok KH.Encep Hidayat, Pengurus LPTQ Kota Depok, Pengurus PGRI Kota Depok, Mulya dan Ketua Umum AGPAII Kota Depok Safrudin.

Dalam rakor yang diadakan kali ini, tema yang diusung adalah “Mencari Solusi Permasalahan Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Di Kota Depok”.

Kasi PAKIS Kemenag Kota Depok, H. Ahmad Sadeli mengungkapkan, banyak anak-anak usia sekolah yang saat ini sudah tidak lagi mengikuti kegiatan belajar agama Islam setelah lulus SD. Kemampuan anak-anak usia sekolah dalam hal baca, tulis, dan hafal Al-Quran saat ini berada pada kondisi yang memprihatinkan.

“Saat ini banyak anak-anak usia sekolah yang tidak bisa baca Al-Quran apalagi menghafalnya. Ini sangat memprihatinkan sekaligus menghawatirkan” katanya.

Sadeli menganggap perlu adanya langkah konkret untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu caranya, gedung-gedung sekolah yang kosong usai pulang sekolah, bisa digunakan untuk menyelenggarakan Pendidikan Agama Islam.

“Pemanfaatan dalam segala hal harus bisa dimaksimalkan. Karena, semua harus bermula dari diri sendiri untuk bisa mengembangkan Pendidikan Agama Islam,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mochamad Thamrin menyampaikan komitmennya untuk mendukung kegiatan pendidikan Karakter yang religius di Kota Depok.

Dirinya pun berkoordinasi dengan AGPAII Kota Depok untuk merumuskan konsep pendidikan karakter melalui kegiatan 30 menit sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan.

“Kedepannya Disdik akan melakukan standarisasi terhadap kegiatan pembentukan karakter religius di pagi hari. Rencananya, anak-anak masuk sekolah jam setengah 7,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum AGPAII Kota Depok, Safrudin akan selalu mendukung program-program kemenag maupun dinas pendidikan Kota Depok selama muaranya adalah peningkatan kualitas Pendidikan Agama Islam. Karena, memajukan kualitas pendidikan akan berdampak pada masa depan bangsa.

“Pendidikan bukan hanya tentang hari ini atau pun besok. Tetapi pendidikan adalah tentang masa depan bangsa,” kata Safrudin. (peb)

 

You may also read!

walikota depok bermasker putih

Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

Mohammad Idris   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan

Read More...
PN pedagang pasar kemirimuka

Banyak Bansos di Depok, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun

MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO

Read More...
XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Mobile Sliding Menu