AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK             TERCEMAR LAGI : Warga sedang beraktifitas di kawasan Situ Rawa Kalong, Curug, Cimanggis, Kota Depok.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
TERCEMAR LAGI : Warga sedang beraktifitas di kawasan Situ Rawa Kalong, Curug, Cimanggis, Kota Depok.

DEPOK–Pencemaran Situ Rawa Kalong, Kelurahan Curug, Cimanggis kembali terjadi. Dampak yang terjadi akibat pencemaran tersebut, selain kadar air yang berubah, ikan-ikan yang tersebar di situ juga tak layak konsumsi.

Kepala Seksi Budidaya Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok, Deni Setiawibawa mengatakan, mengkonsumsi ikan yang hidup di Situ Rawa Kalong dalam jangka waktu tertentu, dapat berdampak terganggunya kesehatan masyarakat.

“‎Sudah tidak layak untuk dikonsumsi karena mengandung timbal yang sangat besar, nanti pengaruhnya sangat besar untuk ke tubuh manusia (dalam) jangka waktu yang lama bukan langsung,” kata ‎Deni kepada  Harian Radar Depok, kemarin.

Pernyataan Deni tersebut, merujuk hasi penelitian yang dilakukan institusinya bersama Dinas Kesehatan Depok dan pemerintah pusat, pada akhir September hingga pertengahan Oktober 2017. Dalam penelitian yang berlangsung selama dua pekan itu, petugas mengambil sampel ikan yang hidup di Rawa Kalong. “Kita bawa sampel kurang lebih empat ekor untuk diambil kadar (zat kimia) yang ada dalam tubuh atau dalam daging ikan tersebut,” ujar Deni.

Deni mengatakan, sebab tidak layaknya ikan tersebut dikonsumsi karena buruknya kualitas air akibat pencemaran limbah. Dalam jangka waktu lama, konsumsi ikan Rawa Kalong bisa menimbulkan penyakit. Deni mengkhawatirkan, dampak buruk bakal dirasakan anak – anak yang sedang dalam proses pertumbuhan.

Tak pelak, normalisasi situ pun menjadi keniscayaan. Apalagi sumber pencemaran bukan hanya berasal dari limbah warga. Namun, sejumlah pabrik yang berdiri di dekat Rawa Kalong diduga turut membuang limbahnya ke sana.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Penataan Lingkungan DLHK, Bambang Supoyo mengatakan, membenarkan adanya pencemaran air di Situ Rawa Kalong. Dari hasil Daya Tampung Beban Pencemar (DTBP) yang dilakukan oleh pihaknya dikatakan situ rawa kalong mengalami pencemaran.

“Kami sudah memberikan teguran kepada pabrik pabrik sekeliling yang diduga membuang limbahnya ke Situ,” kata Bambang.

Teguran tersebut, lanjut Bambang, akan diiringi dengan sanksi apabila pabrik tersebut tertangkap tangan membuang limbahnya ke Situ Rawa Kalong, “Kemarin sih sudah tertib, kalau ada yang buang limbah lagi, nanti akan kami cek ke lapangan,” singkat Bambang. (ade)