MEYTRI/RADAR DEPOK DUKUNGAN: Ketua KONI Kota Depok, Amri Yusra bersama dengan para pengurus IMI Kota Depok saat berada di kantor KONI Kota Depok.
MEYTRI/RADAR DEPOK
DUKUNGAN: Ketua KONI Kota Depok, Amri Yusra bersama dengan para pengurus IMI Kota Depok saat berada di kantor KONI Kota Depok.

DEPOK – Menjelang digelarnya Babak Kualifikasi (BK) Porda 2018, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Depok mulai mempersiapkan atletnya. IMI Kota Depok telah mempersiapkan enam atlet dan juga tiga atlet cadangan untuk ikut berlaga di BK yang akan dilaksanakan pada 15-17 Desember 2017 di Subang, Jawa Barat.

Ketua KONI Kota Depok, Amri Yusra mengatakan, ini adalah sebuah kemajuan dari IMI Kota Depok yang telah memiliki enam atlet untuk bersaing dengan 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Karena, baru pertama kali IMI Kota Depok memiliki tim untuk motor.

”Depok ada sekitar 34 cabang olahraga yang akan dikirim, salah satunya untuk balap motor. Dan ini baru dibentuk di tahun 2017, sebelumnya coba dibentuk namun tidak berjalan” ungkap Amri Yusra yang ditemui di Kantor KONI Depok, Selasa (21/11).

Amri menjelaskan, dirinya pun sudah melakukan pertemuan dengan pengurus IMI Kota Depok dan juga atletnya. Bahkan, dalam pertemuan tersebut, disertakan juga orang tua atlet. Dalam kesempatan tersebut, pihak IMI melaporkan tentang persiapan menjelang BK Porda 2018.

”Nantinya di BK akan disaring lagi dari seluruh kota/kabupaten yang ikut serta. Jadi, nanti sekitar ada 15 kota/kabupaten yang akan ikut serta di Porda 2018 di Kabupaten Bogor,” katanya.

Sejauh ini, sudah ada beberapa cabang olahraga yang lolos dari BK dan akan berlaga di Porda 2018, diantaranya ada taekwondo, renang, dan futsal putra-putri.

Amri menjelaskan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada tim dan kontingen IMI Kota Depok, ketika melakukan pertandingan di Subang, Jawa Barat. Karena, mereka adalah wakil dari Kota Depok, bukan hanya menjadi wakil dari Pengcab.

”Kami akan membiayai seluruh biaya, mulai dari keberangkatan, uang saku untuk para tim, dari alat-alat prasarana untuk para atlet, hingga konsumsi. Kami ingin memberikan fasilitas yang terbaik,” jelasnya.

Amri berpesan, para atlet jangan berorientasi dengan uang semata, karena anggaran yang dikeluarkan dari KONI terbatas, itu menjadi bukti dukungan dari KONI dan semoga bisa membantu dalam hal menunjang kebutuhan selama mengikuti kompetisi. Masih ada sekitar tiga pekan lagi sebelum digelarnya BK Porda 2018, jadi ada waktu untuk memaksimalkan kemampuan dan persiapan lainnya.

”Karena ini olahraga yang bisa merenggut nyawa, jadi perlu ada kehati-hatian dalam mengikuti kompetisi,” tegas Amri. (mg1)