Beranda Metropolis Kesbangpol Cegah Acaman-Konflik Dengan Dialog

Kesbangpol Cegah Acaman-Konflik Dengan Dialog

0
Kesbangpol Cegah Acaman-Konflik Dengan Dialog
IRWAN/RADAR DEPOK SAMBUTAN :Walikota Depok Mohammad Idris saat sambutan pembukaan dialog publik di Hotel Bumiwiyata, kemarin.
IRWAN/RADAR DEPOK
SAMBUTAN :Walikota Depok Mohammad Idris saat sambutan pembukaan dialog publik di Hotel Bumiwiyata, kemarin.

DEPOK-Guna menambah wawasan dan pengetahuan. Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok, mengelar dialog bertajuk Peran Tokoh Agama dalam Kesatuan Bangsa. Acara yang digelar di Hotel Bumiwiyata, Jalan Margonda dihadiri 150 peserta dengan empat narasumber dari Kemenko Polhukam RI, Polresta, Kodim 0508, dan FKUB Kota Depok.

“Kami gelar acara dialog untuk menambah wawasan dan pengetahuan,”kata Kepala Kesbangpol Depok, Dadang Wihana, kepada Radar Depok, kemarin.

Ia menuturkan, di dalam dialog para peserta saling berdiskusi dan bersinergi, baik tentang peran para tokoh agama. Sehingga potensi konflik juga ancaman yang dapat memecah belah kesatuan bangsa bisa dicegah dengan diskusi dialog ini. ”Kami harap dialog ini awal mula kita untuk mencegah potensi konflik dan tidak berpengaruh acaman memecah belah kesatuan bangsa ini,” katanya.

Menurut Walikota Depok Mohammad Idris soal adanya permasalahan  sosial, kerukunan agama, dan lainya di Depok sudah harmoni dan kondusif. Meski, gejolak terkadang ada. “Semua itu bisa diredam karena Depok memiliki beberapa lembaga seperti FKUB, FPK, dan lain sebagainya,” kata Idris.

Lebih lanjut dia mengatakan, tidak hanya itu tokoh agama juga berperan dalam mewujudkan harmoni kesatuan bangsa di Depok. Sebab, para tokoh agama bisa memberikan penajaman pemahaman dan mempraktekan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Selain pemahaman, tokoh agama juga berperan dalam menenangkan, menggugah, dan menenagkan hati,” tutur alumni Pondok Pesantren Gontor Ponorogo, Jawa Timur ini. Ia berharap,  kegiatan ini menambah wawasan serta mepererat sinergi sehingga harmoni kehidupan berbangsa dapat tercipta. (irw)