Kompor Induksi Hemat 20-30 Persen

In Metropolis

 

ADE/RADAR DEPOK
LOMBA : General Manager PT. PLN (Persero) TJBB, Trino Erwin saat mengikuti lomba memasak menggunakan kompor induksi.

DEPOK–Di Hari Listrik Nasional (HLN) ke-72. Kemarin, PT Perusahan Listrik Negara (PLN) (Persero) Transmisi Jawa Bagian Barat (TJBB), mengadakan festival budaya serta lomba memasak menggunakan kompor induksi. Festival budaya yang dilaksanakan oleh PT PLN TJBB merupakan budaya kerja, yang harus dipahami seluruh karyawan PT PLN.

General Manager PT PLN TJBB, Trino Erwin mengatakan, sebagai petugas yang bekerja di area yang sangat vital dan berbahaya, setiap kegiatan-kegiatan karyawan di lapangan harus mengikuti SOP, instruksi kerja, serta harus ada pengawas K3, pengawas pekerjaan dan pengawas manuver.

“Hal tersebut adalah satu regulasi dan menjadi budaya kami untuk dilaksanakan oleh seluruh kegiatan kami di transmisi khususnya sehingga keselamatan kerja dan zero accident dapat tercipta,” kata Trino di sela sela kegiatan, kepada Harian Radar Depok, Kamis (23/11).

Sebagai peningkatan budaya kerja yang zero accident, dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan piagam, sertifikat dan hadiah terhadap karyawan pilihan, supervisor, dan tenaga pemeliharaan.

Pada kesempatan ini pula, lanjut Trino, PT PLN (Persero) TJBB juga menyosialisasikan penggunaan kompor induksi dalam kegiatan lomba memasak antar karyawan unit unit yang berada di bawah naungan PT. PLN (Persero) TJBB.

Trino melanjutkan, kondisi saat ini PT. PLN (Persero) khususnya di Jawa Bali, reseve margin di pembangkitan sudah cukup besar, diatas 30-40 persen. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini, pihaknya juga mendukung coorporat untuk melaksanakan tambah daya gratis, yang saat ini sedang dikaji pemerintah.

“Nah hal itu kita tunjukkan bahwa masak menggunakan kompor induksi adalah salah satu pilihan untuk menjaga keselamatan,” kata Trino.

Keuntungan yang didapat dari kompor induksi, menurut Trino, lebih hemat jika dibandingkan dengan penggunaan Liquified Petroleum Gas (LPG) atau gas Elpiji. Selisih harganya bisa mencapai 20%-30% tergantung watt yang dipakai dalam kompor induksi tersebut dibanding harus menggunakan gas 3 kg atau 12 kg.

“Paling renda 700 Watt paling tinggi 1000 wat, tergantung pilihan masyarakat. Selain rendah biaya, dengan menggunakan kompor induksi kesehatan dan keselamatan juga lebih terjamin,” kata Trino.

Terkait program pembagian kompor induktor, pihaknya belum sampai sejauh itu. Namun, pihaknya melakukan kerjasama dengan produsen-produsen lokal untuk memproduksi kompor induksi tersebut.

“Kita dorong, sehingga kalau ini (kompor induksi) pertumbuhan atau demainnya semakin banyak, pasti harganya akan semakin murah. Dan pergerakan ekonomi di industri akan semakin meningkat,” kata Trino.

Sebagai langkah awal, Trino sudah memulai dengan mewajibkan seluruh pegawai PT. PLN (Persero) TJBB menggunakan kompor induksi dirumahnya. Hal tersebut bertujuan untuk menjadikan para karyawan tersebut sebagai agent of change di lingkungannya masing masing, baik itu di tetangga, keluarga dan saudara.

“Pilihan dan perhitungannya juga sudah kami sampaikan sehingga seluruh karyawan pln bisa memberikan penjelasan yang clear terhadap masyarakat di sekitarnya,” pungkas Trino.  (ade)

You may also read!

humaira juara medali

Humaira Az Zahra Bergelimang Prestasi

MENANG : Salah Satu Atlet Karate Putri Terbaik Kota Depok, Humaira Az Zahra saat memenangkan

Read More...
korona virus sampel ilustrasi

Waspada, Sehari Depok Tambah 61 Positif dan 1 Meninggal

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Masyarakat Kota Depok harus waspada dan jangan menyepelekan penyebaran Covid-19 di Kota

Read More...
SDN Tanah Baru 2 teknologi

SDN Tanah Baru 2 Siapkan E-Gredu

INOVASI : Kepala SDN Tanah Baru 2 menerima foam kerjasama dengan E-Gredu untuk digunakan dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu