Beranda Metropolis Kuasa Hukum Hardiman Minta Hakim Adil

Kuasa Hukum Hardiman Minta Hakim Adil

0
Kuasa Hukum Hardiman Minta Hakim Adil
ADE/RADAR DEPOK PASRAH : Para terdakwa kasus dugaan perkara korupsi pada proyek pembangunan peningkatan Jalan Raya Pasir Putih, Sawangan TA 2015, hanya dapat tertunduk pasrah saat kuasa hukum membacakan pledoinya.
ADE/RADAR DEPOK
PASRAH : Para terdakwa kasus dugaan perkara korupsi pada proyek pembangunan peningkatan Jalan Raya Pasir Putih, Sawangan TA 2015, hanya dapat tertunduk pasrah saat kuasa hukum membacakan pledoinya.

DEPOK–Tiga terdakwa dugaan kasus korupsi pada proyek peningkatan Jalan Raya Pasir Putih, Sawangan mengajukan penetapan hukum yang seadil-adilnya. Hal tersebut diungkapkan dalam pledoi (pembelaan) yang disampaikan, masing-masing kuasa hukum dari ketiga terdakwa, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LRE Martadinata, Kota Bandung Rabu (1/11).

Para kuasa hukum membacakan Pledoinya secara bergiliran. Hardiman yang kala itu mengenakan kostum putih hitam disertai peci hitam, hanya bisa tertunduk saat para kuasa hukum membacakan pledoinya. Begitupun kedua terdakwa lainnya, yakni Enrico Kurniady dan Bonar Panjaitan.

Kuasa Hukum Hardiman, Bambang mengatakan, pihaknya meminta agar majelis hakim dapat mengambil keputusan yang seadil-adilnya, tanpa adanya dorongan berbagai pihak dalam memvonis kliennya tersebut.

“Kami meminta agar klien kami dibebaskan dari tuntutan pidana, atau apabila majelis hakim berpendapat lain, mohon putusan seadil-adilnya,” kata Bambang yang juga sependapat dengan kuasa hukum dua terdakwa lainnya Basuki dan Karto.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tohom Hasiholan mengatakan, pihaknya akan menanggapi (Replik) secara tertulis atas Pledoi yang diajukan oleh terdakwa. Rencananya replik akan diberikan pada persidangan selanjutnya yakni pada Jumat (3/11).

“Terkait isi repliknya itu sudah masuk dalam pokok perkara, jadi tidak bisa kami jelaskan,” kata Tohom saat dikonfirmasi Radar Depok, Rabu (1/11).

Pada persidangan sebelumnya, Tim Jaksa Penuntut Umum yang terdiri dari Tohom Hasiholan, Anas Rustamaji, dan Uly Natalena, membacakan tuntutan secara bergantian kepada para terdakwa.

Dalam tuntutannya, para terdakwa tidak terbukti melakukan tindakan perbuatan melawan hukum seperti yang didakwakan dalam dakwaan primair yakni pasal 2 ayat 1 UU No. 31 tahun 1999 Jo UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  Jo. Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP

Para terdakwa terjerat pasal subsidair yakni pasal 3 UU No. 31 tahun 1999 Jo UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  Jo. Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.  Adapun tuntutan terhadap Hardiman adalah pidana penjara selama 2 tahun, denda Rp50juta subsider 3 bulan kurungan.

Terhadap terdakwa Bonar pidana penjara selama 2 tahun, denda Rp50juta subsider 3 bulan kurungan, dan uang pengganti Rp40juta subsider 1 tahun penjara dan terhadap terdakwa Enrico adalah pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan, denda Rp50juta subsider 3 bulan kurungan, dan uang pengganti Rp. 857.763.503 subsider 2 tahun penjara. (ade)