Beranda Metropolis Kuasa Hukum Tagih Dua Saksi Kunci  

Kuasa Hukum Tagih Dua Saksi Kunci  

0
Kuasa Hukum Tagih Dua Saksi Kunci  
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK SIDANG LANJUTAN PANDAWA : Salman Nuryanto, terdakwa pemimpin Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa saat akan menjalani sidang dalam agenda pemaparan saksi meringankan (A de Charge) dari terdakwa di Pengadilan Negeri Depok, kemarin.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SIDANG LANJUTAN PANDAWA : Salman Nuryanto, terdakwa pemimpin Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa saat akan menjalani sidang dalam agenda pemaparan saksi meringankan (A de Charge) dari terdakwa di Pengadilan Negeri Depok, kemarin.

DEPOK–Persidangan ke-18 kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi fiktif Pandawa Group, kembali memanas kemarin. Ratusan nasabah yang merasa dirugikan dengan Pandawa Group memenuhi Ruang Sidang Garuda, di Pengadilan Negeri Kelas 1B Kota Depok.

Masih dalam agenda pemeriksaan saksi yang meringankan (A de Charge) dari terdakwa, sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Yulinda dengan hakim anggota YF Tri Joko dan Sri Rejeki Masrsinta digelar pada pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Ditengah suasana sidang yang pengap, karena penuhnya pengunjung sidang yang didominasi oleh para korban Pandawa, perdebatan sempat terjadi antara kuasa hukum terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Salah satu kuasa hukum terdakwa mengatakan, JPU dianggap belum melengkapi saksi yang terdapat dalam berkas, sehingga pihaknya meminta agar majelis hakim mendorong agar JPU menghadirkan dua saksi yang belum dihadirkan dalam persidangan sedangkan tercantum dalam berkas.

Namun, dengan alasan JPU telah mendapatkan hasil setelah memanggil puluhan saksi memberatkan (de Charge) dan tiga orang saksi ahli, maka permintaan kuasa hukum dianggap memberatkan JPU.

Kuasa Hukum Madamin, Hermansyah mengatakan, dua saksi ahli yang tercantum dalam berkas tersebut, dianggapnya sebagai kunci untuk meringankan hukuman yang menjerat kliennya tersebut.

“Ada dua saksi fakta yang masuk dalam berkas tapi tidak dihadirkan oleh jaksa. Padahal ini bisa meringankan klien saya,” kata Hermansyah usai persidangan, Kamis (2/11).

Hermansyah mengatakan, hal tersebut merupakan kewajiban jaksa untuk menghadirkan saksi tersebut, pasalnya saksi tersebut masuk kedalam berkas dakwaan. “Itu kewajiban jaksa, karena ada dalam berkas, kalau kata jaksa saksi mereka sudah cukup, tapi bagi saya belum,” lanjutnya.

Alasan mengapa kedua saksi tersebut dapat meringankan hukuman kliennya tersebut, karena satu dari saksi tersebut merupakan admin dari kliennya, yang mengatur uang keluar dan masuk dari nasabah kepada Nuryanto.

“Jadi uang yang ada di klien saya hanya lewat, yang mengetahui persis ya, adminnya itu karena ia yang berhubungan langsung dengan Nuryanto,” katanya.

Saksi yang kedua yakni dari penyidik Polda Metro Jaya, yang membuat laporan polisi terkait dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh kliennya tersebut. Hermansyah mengatakan, pihaknya kesulitan untuk menghadirkan kedua saksi tersebut dalam saksi meringankan (A de Charge) untuk kliennya. Pasalnya kedua saksi ini sulit ditemui.

“Sulit bagi saya untuk menghadirkan mereka, yang satu penyidik Polda, satu lagi adminnya madamin,” terang Hermansyah

Sementara itu, salah seorang JPU, Tyo Budi mengatakan, para saksi yang dihadirkan oleh pihaknya tersebut sudah dianggap lengkap dan sudah menguatkan dakwaannya untuk segera menuntut para terdakwa.

“Semua keterangan saksi saya anggap lengkap, jadi tidak perlu lagi dua orang saksi itu, dan itu kewenangan kami untuk menghadirkan para saksi,” kata Tyo.

Tyo mengatakan, pihaknya akan menyimpulkan para keterangan saksi tersebut dalam putusannya. Begitupun pihak Hermansyah, yang akan menyampaikan keberatannya dalam pledoinya. (ade)