Beranda Satelit Depok Lansia Limo Diajarkan Kelola Stres

Lansia Limo Diajarkan Kelola Stres

0
Lansia Limo Diajarkan Kelola Stres
ADE/RADARDEPOK ATASI STRES: Dekan UPN Veteran Jakarta Fikes Desak Nyoman Sithi, Lurah Limo Danudi Amin, Ketua Posbindu Lansia Dahlia Senja Ratna Habsari, perwakilan Puskesmas Limo dan puluhan lansia, foto bersama selepas acara, kemarin.
ADE/RADARDEPOK ATASI STRES: Dekan UPN Veteran Jakarta Fikes Desak Nyoman Sithi, Lurah Limo Danudi Amin, Ketua Posbindu Lansia Dahlia Senja Ratna Habsari, perwakilan Puskesmas Limo dan puluhan lansia, foto bersama selepas acara, kemarin.

DEPOK – Tak dipungkiri di usia senja sangat mudah terkena stres. Demi tidak terjadinya stres berlebihan. Sedikitnya 80 lansia di Kelurahan/Kecamatan Limo diberi solusi Universitas Pembangunan Nasioanl (UPN) Veteran, di Puri Kerta Bumi, kemarin.

Dekan UPN Veteran Jakarta Fikes, Desak Nyoman Sithi mengungkapkan, lansia itu gampang terkena stres. Kalau sudah stres, maka gampang kena penyakit. Mengapa?, karena di usia senja banyak sekali perubahan yang seringkali berupa ketidaknyamanan.

Contohnya, seperti sudah tidak punya penghasilan lagi, karena pensiun atau sudah tidak kuat bekerja. Sehingga ekonomi tergantung kepada anak. Kesepian karena anak-anak sudah pada berkeluarga, dan tidak tinggal serumah lagi.

Oleh karena itu, lansia harus mengerti bagaimana cara mengelola stres itu, agar tidak berdampak buruk pada kesehatan. “UPN Fikes lokasinya di Kelurahan Limo, maka kami sudah banyak sekali melakukan berbagai kegiatan menyasar semua RW di Limo” terang Desak kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sementara, Lulusan S1 Keperawatan UPN, Jusman Edo Wardo menyebutkan, ada beberapa hal agar tidak stres berkepanjangan. Lansia perlu memperbanyak doa dan ibadah, olahraga, mendengarkan musik, menyanyi, jalan-jalan, meningkatkan hubungan sosial seperti masuk dalam satu komunitas atau kelompok. “Dengan cara seperti ini setidaknya stres yang dialami lansia tidak akan terjadi, “singkat dia.

Masih dilokasi yang sama, Ketua Posbindu Lansia Dahlia Senja, Ratna Habsari mengaku, lansia yang mengikuti kegiatan ini merasa senang, mengingat dalam pelaksanaanya ada questioner untuk deteksi depresi bagi lansia. Ratna juga mengucapkan terimakasih atas sumbangan kartu menuju sehat (KMS), dan test darah gratis, yang tentunya sangat bermanfaat bagi lansia.

“Dari hasil deteksi itu kan kami jadi punya data untuk mengetahui siapa yang punya kecenderungan kena depresi, sehingga kami bisa mengantisipasinya,” terang Ratna.(ade)