Beranda Utama Lapor Dulu Baru Ditindak

Lapor Dulu Baru Ditindak

0
Lapor Dulu Baru Ditindak

DEPOK-Sepertinya memang orang miskin tidak boleh sakit, mirip seperti yang dikatakan akun Thicko Yusuf Dari Goa. Pasalnya, Dinas Kesehatan (Dineks) Depok baru bisa bertindak, kalau pasien sudah lapor ke call 112 atau ke Dinkes langsung.

“Kami cek dan minta klarifikasi. Tapi pihak pasien harus ada laporan ke dinas atau call ke 112,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Depok, Enny Ekasari, kepada Radar Depok, kemarin.

Dinkes akan mengecek dan meminta klarifikasi terlebih dahulu dari dua belah pihak. Sehingga persoalan penolakan pasien tidak ada. Tapi, disarankan agar pasien melaporkan ke Dinkes, sehingga persoalanya bisa selesai. “Termasuk puluhan klinik di Depok, jadi tidak perlu khawatir warga Depok ditolak,” terangnya.

Enny menambahkan, sudah ada 15 rumah sakit swasta yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di Depok. Tentunya rumah sakit swasta yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan harus menerimanya, jangan ada penolakan itu sudah sesuia dengan perjanjian. ”Iya Rumah Sakit Permata Depok sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” tegasnya.

Terpisah, Wakil ketua DPRD Kota Depok Igun Sumarno menegaskan, rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan pihak BPJS Kesehatan tentu memiliki kesepakatan, yakni menerima pasien yang memiliki kartu BPJS Kesehatan.

Namun, bila rumah sakit telah melanggar perjanjian Mou tersebut. Wajib bagi rumah sakit swasta yang telah bekerjasama harus menangung kesepakatan. “Saya prihatin bila masih ada rumah sakit yang menolak pasien BPJS Kesehatan,” kata Igun, kepada Radar Depok, kemarin.

Dalam persoalan ini, kata dia,  memang sudah hal biasa pasien dari warga kurang mampu ditolak rumah sakit. Tapi tegas dia, pihak rumah sakit swasta harus bisa menerima, karena yang sakit merupakan warga negara Indonesia yang perlu dilindungi.

“Kalau ada yang sakit ditolak. Saya pangil tentunya pihak yang ditolak harus laporan terlebih dahulu, kita undang untuk klarifikasi apa yang membuat ditolaknya pasien BPJS Kesehatan,” pungkas Igun. (irw)