Beranda Pendidikan Mayang Akhirnya Sekolah, Diterima di SDN Pondok Petir 1

Mayang Akhirnya Sekolah, Diterima di SDN Pondok Petir 1

0
Mayang Akhirnya Sekolah, Diterima di SDN Pondok Petir 1
PEBRI/RADAR DEPOK SOSIAL: Kepala SDN Pondok Petir 1, Mamun Faisal (dua kiri) memberikan perlengkapan sekolah kepada Mayang, didampingi Kepala UPT Pendidikan SD Kecamatan Bojongsari, Dadang Ruhiyat.
PEBRI/RADAR DEPOK
SOSIAL: Kepala SDN Pondok Petir 1, Mamun Faisal (dua kiri) memberikan perlengkapan sekolah kepada Mayang, didampingi Kepala UPT Pendidikan SD Kecamatan Bojongsari, Dadang Ruhiyat.

DEPOK – Pendidikan adalah hak segala bangsa. Atas dasar itu, Kepala SDN Pondok Petir 1, Mamun Faisal menerima Mayang Sari untuk mengenyam pendidikan sekolah.

Mayang Sari adalah seorang pemulung yang kerap mengais sampah di kawasan Villa Pamulang, Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari.

Mamun menceritakan tentang bagaimana proses akhirnya Mayang yang tidak pernah merasakan dunia pendidikan, hingga kini bisa merasakan bangku di sekolah.

Kala itu, pada hari Rabu (1/11), sekitar siang hari, datang seorang perempuan yang tinggal di Villa Pamulang. Perempuan tersebut datang bersama dengan seorang anak kecil yang pakaiannya lusuh dan kotor, yang ternyata dia adalah Mayang. Lalu mengatakan kalau Mayang adalah seorang pemulung yang ingin bisa sekolah.

“Jadi perempuan itu membawa ke SDN Pondok Petir 1, agar anak itu bisa bersekolah di sekolah yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya,” ucap Mamun kepada Radar Depok.

Tak lama berselang, Mamun yang juga menjadi Ketua PGRI Kecamatan Bojongsari, bersama dengan gurunya segera dicari tahu dimana tempat tinggal Mayang. Ternyata Mayang tinggal bersama dengan nenek dan kakaknya Mayang, karena ibu dari Mayang sudah meninggal, sedangkan ayahnya tidak tahu ada dimana.

Mayang menjadi pemulung karena membantu neneknya yang juga sebagai pemulung untuk keperluan hidup sehari-hari. Mereka pun ternyata masih berdomisili di Kota Depok, yakni Jalan Kesadaran.

“Saat saya tanya penghasilan per harinya berapa, ternyata hanya sekitar Rp15.000. Tentu dengan jumlah tersebut akan sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya.

Mamun menjelaskan, untuk memenuhi perlengkapan Mayang bersekolah, pihaknya memberikan mulai dari buku, tas, seragam sekolah dan juga sepatu. Tidak hanya itu saja, tetapi Mamun kini sedang mencari cara untuk biaya kebutuhan hidupnya sehari-hari, agar terpenuhi, agar Mayang bisa berkonsentrasi bersekolah.

“Mayang tidak tahu usianya berapa, jadi kami mengetes dirinya untuk mengetahui sejauh mana kemampuan Mayang, dan setelah tes tersebut Mayang kini masuk ke tingkat kelas I,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPT Pendidikan SD Kecamatan Bojongsari, Dadang Ruhiyat menuturkan, ini adalah sebuah langkah baik untuk SD yang berada di kawasannya. Menjadi bukti tekat untuk memberikan pendidikan yang layak kepada siapa saja. Dengan begitu, anak-anak di kawasan Kecamatan Bojongsari bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

“Semoga saja, ada peran pro aktif dari lingkungan, untuk memantai anak-anak di lingkungannnya, yang tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah,” tuturnya. (peb)