Beranda Metropolis Mayat Diabetes Digrogoti Tikus

Mayat Diabetes Digrogoti Tikus

0
Mayat Diabetes Digrogoti Tikus
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK       LENGANG : Ketua RT setempat, Achmad Fauzi (kanan) bersama warga sedang berada di depan Kost Puri Asih, Jalan Cengkeh, RT 04/07, No.08, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, kemarin (24/11). Kawasan tersebut sedang digegerkan dengan penemuan mayat perempuan yang menurut informasi digerogoti anjing-anjing peliharaannya usai meninggal karena diduga mengidap penyakit gula yang cukup parah.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
LENGANG : Ketua RT setempat, Achmad Fauzi (kanan) bersama warga sedang berada di depan Kost Puri Asih, Jalan Cengkeh, RT 04/07, No.08, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, kemarin (24/11). Kawasan tersebut sedang digegerkan dengan penemuan mayat perempuan yang menurut informasi digerogoti anjing-anjing peliharaannya usai meninggal karena diduga mengidap penyakit gula yang cukup parah.

DEPOK–Warga RT4/7 Kelurahan Pondok Cina, Beji sedang dihebohkan penemuan mayat perempuan di dalam sebuah kamar kos yang dihuni mahasiswa. Perempuan berusia 50 tahun tersebut, ditemukan dalam kondisi sangat mengenaskan. Dia tergeletak dan tak lagi bernyawa di atas ranjangnya.  Kulit dan daging tangan kiri dan kaki kananya, terkelupas menyisahkan tulang–belulang, yang menurut informasi akibat digerogoti anjing yang selama ini ia pelihara.

Ketua RT04/07, Kelurahan Pondok Cina, Achmad Fauzi mengatakan, mayat perempuan itu adalah seorang pengurus rumah kos yang bernama Isnawati. Menurutnya, sebelum ditemukan dalam posisi sudah tak bernyawa di dalam kamarnya, Isnawati sudah lama menghidap penyakit gula yang cukup parah.

“Sudah lima hari gak ada yang lihat dia, sampai akhirnya ditemukan meninggal dikamarnya oleh penghuni kos yang lain,” terangnnya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh penghuni kos-kosan yang mencurigai adanya bau, yang menyengat dari dalam kamar korban. Pada saat di lihat kedalam kamarnya, kondisi korban sudah dijilati oleh sebelas ekor anjing peliharaanya.

“Sdah dibelatungin juga waktu kita evakuasi,” ucap Achmad Fauzi.

Namun dirinya menyangkal bahwa tubuh Isnawati digerogoti oleh anjing peliharaanya sendiri, sebab menenurutnya anjing – anjing tersebut terbilang jinak dan sudah dirawat oleh isnawati sejak masih kecil.

“Mungkin saja dimakan tikus atau ada hewan yang lain, karena di sini juga banyak tikus yang berkeliaran. Yang saya lihat anjing itu cuma jilat – jilat korban seperti hendak mau bangunin,” ucap Achmad Fauzi.

Setelah penemunan mayat tersebut, warga segera melapor kepada aparat Polsek Beji dan korban sudah dibawa ke rumah sakit Polri di Keramat Jati, Jakarta Timur guna di otopsi.

“Setelah dibawa dari rumah sakit Polri, jenazah di semayamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Kalimuliya , Cilodong,” tambahnya.

Selain itu, kesebelas ekor anjing milik korban juga akan di evakuasi untuk di vaksinasi dan disterilisasi dari virus. “ Mungkin akan di evakuasi pihak Damkar atau Brimob Kelapa Dua,” tutupnya. (cr1)