Beranda Metropolis Ombudsman Panggil Paksa Walikota

Ombudsman Panggil Paksa Walikota

0

DEPOK – Walikota Depok, Mohammad Idris  dianggap tidak kooperatif dengan Ombudsman Republik Indonesia. Keladinya, sudah dua kali orang nomor di Kota Depok ini menghiraukan panggilan terkait pembahasan atas kasus penyerobotan tanah warga yang mencuat sejak tahun 2015 lalu. Tak ayal, Ombudsman akan memanggil paksa walikota.

Anggota Ombudsman RI, Prof Adrianus Meliala mengatakan, apabila dalam panggilan ketiga walikota tak juga memenuhi panggilannya, maka akan dilakukan pemanggilan paksa terhadap orang nomor satu di Kota Depok tersebut.

“Kami berencana akan memanggil paksa Walikota Depok terkait aduan warga Depok ke kami (Ombudsman) bahwa tanah miliknya diserobot orang,” kata Prof Adrianus Meliala, kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Diceritakan Adrianus, salah seorang warga Depok pernah membuat laporan ke Ombudsman karena tanah miliknya seluas 200 meter persegi dibangun oleh orang lain. Ia enggan menyebutkan dimana lokasi tanah yang bermasalah tersebut, namun Adrianus memastikan penyerobotan tanah tersebut benar adanya. Karena pihaknya telah mengecek pihak terkait dan menemukan bahwa tanah milik warga tersebut memang dibangun oleh tetangganya. Menurut Adrianus, Satpol PP Kota Depok pun sudah mengetahui kasus tersebut namun tidak segera melakukan pembongkaran.

“Pihak Satpol PP setempat sudah mengetahui bahwa memang tetangganya ini salah. Dan kewajiban Satpol PP untuk membongkarnya, namun ternyata perintah bongkar tidak dilakukan. Maka kita memanggil Walikota Depok,” ujar Adrianus.

Adrianus menuturkan, Ombudsman telah memanggil Idris sebanyak dua kali untuk pemeriksaan kasus tersebut pada pertengahan tahun 2017. Namun, panggilan tersebut tidak pernah dipenuhi. Ombudsman memberikan waktu selama dua sampai tiga minggu dari sekarang untuk menyiapkan panggilan ketiganya, dan akan bekerja sama dengan polisi apabila Idris tidak hadir pada pemanggilan ketiganya.

“Jadi kami punya kewenangan pemanggilan paksa pejabat publik yang tidak mau datang memenuhi panggilan dari Ombusman. Jadi setelah kami panggil tiga kali, (Idris) tidak mau datang juga, kami bisa mengontak kepolisian untuk bersama dengan asisten kami memanggil mereka,” lanjut Adrianus.

Adrianus juga menegaskan, tidak pilih-pilih dalam menangani kasus yang dilaporkan ke Ombudsman. Ia juga meminta agar Idris bersikap tegas dan memenuhi panggilan ketiga dari Ombudsman. “Ini kasus kecil, (tanahnya) cuma 200 meter. Tapi kita kan enggak bisa beda-bedakan. Orang ini minta tanahnya dibebaskan. Mungkin karena Wali Kota pasif atau gimana, dia enggak mau datang. Kami tegas aja. Kita minta atensi nomor satu. Untuk memastikan kami panggil paksa aja,” tutup Adrianus.

Menangapi adanya panggilan Ombudsman RI atas kasus penyerobotan tanah warga di Depok. Walikota Depok Mohammad Idris tidak merespon melalui Whatshap(WA), Kamis (2/11) malam.

Terpisah, Koordinator Bidang Penyelesaian Ombudsman RI Dominikus Dalu membenarkan adanya pemanggilan Walikota Depok terkait permasalahan tersebut. Namun, tidak ada respon dari walikota tersebut.

“Kita masih menunggu kabarnya,” ucap Dominikus singkat.(ade/irw)