Beranda Metropolis Ombudsman Tolak Utusan Walikota, Diberi Waktu Sampai 15 November

Ombudsman Tolak Utusan Walikota, Diberi Waktu Sampai 15 November

0

DEPOK–Walikota Depok Mohammad Idris jangan meremehkan panggilan Ombudsman Republik Indonesia (RI), kalau tidak mau dijemput paksa. Kemarin, Ombudsman pastikan bakal menolak perwakilan yang dimandatkan Walikota Depok saat datang ke lembaga pengaduan pelayanan publik ini.

Komisiner Ombudsman RI, Prof Adrianus Meliala mengatakan, banyak keterbatasan apabila utusan Pemerintah Kota Depok adalah Sekda ataupun OPD. Sehingga, ia memutuskan untuk tetap memanggil Walikota ataupun Wakil Walikota Depok untuk bertemu langsung.

“Selama ini kan kami sudah berurusan dengan anak buahnya. Ketika itulah kami lihat anak buahnya tidak berkapasitas. Makanya sekarang kami panggil bossnya,” kata Adrianus kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Adrianus memberikan waktu kepada Walikota Depok hingga 15 November 2017 untuk memenuhi panggilannya. Jika waktu yang telah ditentukan tersebut Walikota tetap tidak memenuhi panggilan, maka dia akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar dipanggil secara paksa. “Selang dua hari setelah waktu yang telah ditetapkan, kami akan panggil paksa yang bersangkutan,” tegas Andrianus.

Sebelumnya Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, respon tersebut, jelas Idris telah memberikan kuasa kepada Kepala Bagian Hukum (Kabag) untuk menghadap ke Ombudsman terkait persoalan sengketa lahan tersebut.

“Sudah saya jawab pemanggilan dari Ombudsman RI. Responnya dengan memberi kuasa kepada Kabag Hukum dan Asisten Hukum untuk mewakili saya,” terang Idris singkat.

Diketahui Sebelumnya, Komisiner Ombudsman RI memanggil Walikota Depok terkait kasus salah seorang warga Depok yang membuat laporan ke Ombudsman karena tanah miliknya seluas 200 meter persegi dibangun oleh orang lain.

Ia enggan menyebutkan dimana lokasi tanah yang bermasalah tersebut, namun memastikan penyerobotan tanah tersebut benar adanya. Karena pihaknya telah mengecek pihak terkait dan menemukan bahwa tanah milik warga tersebut memang dibangun oleh tetangganya.(ade)