Beranda Politika Panwaslu Bangun Kesadaran Masyarakat Mengawasi Pilgub

Panwaslu Bangun Kesadaran Masyarakat Mengawasi Pilgub

0
Panwaslu Bangun Kesadaran Masyarakat Mengawasi Pilgub
RICKY/RADAR DEPOK PEMAPARAN: Salah seorang narsum sedang memaparkan materi dalam sosialisasi Pengawasan Partisiatif bagi tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kota Depok, di Sasono Mulyo, Kecamatan Cilodong, Rabu (1/11).
RICKY/RADAR DEPOK
PEMAPARAN: Salah seorang narsum sedang memaparkan materi dalam sosialisasi Pengawasan Partisiatif bagi tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kota Depok, di Sasono Mulyo, Kecamatan Cilodong, Rabu (1/11).

DEPOK – Membangun kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengawasi jalannya Pilgub Jabar pada 2018, Panwaslu Kota Depok mengadakan sosialisasi Pengawasan Partisiatif bagi tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kota Depok, di Sasono Mulyo, Kecamatan Cilodong, Rabu (1/11).

“Intinya membangun kesadaran masyarakat dapat mengawasi Pilgub, jadi ada peran serta masyarakat,” kata Ketua Panwaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana kepada Radar Depok.

Paling tidak, sambung Dede, masyarakat dapat berperan aktif dalam memberikan informasi terkait penyimpangan dalam pelaksanaan pesta demokrasi.

“Alurnya tetap ke struktural Panwas. Kami berharap bisa disampaikan ke strukturalnya organisasi kemasyarakatan tersebut ke bawah,” papar Dede.

Artinya, lanjut Dede, bukan hanya anggota Panwas yang mengawasi secara resmi, tap masyarakat juga memiliki Pilkada ini, sebagai pemilih ikut bertanggung jawab ikut mengawasi juga.

“Ketika mereka menemukan dugaan pelanggaran, langsung menghubungi Panwas untuk kita proses. Jadi pioner, terutama dalam hal mengawasi untuk memberikan informasi awal kepada Panwas,” terangnya.

Kerja sama ini, lebih lanjut Dede menjelaskan, bisa dilaksanakan dalam kegiatan lain, misalnya di Bawaslu sendiri ada Pojok Pengawasan, forum warga, Gowaslu dan lainnya, masyarakat dapat berpartisipasi.

“Ini acara awal untuk membangun kesadaran dulu, jika sudah sadar, rasa memilikinya muncul. Saat ini baru dua sosialisasi, nanti akan ada lagi ke ASN, terkait netralitas dan pemilih disabilitas, segmentasi perempuan dan lainnya, masih panjang perjalanannya,” tandasnya. (cky)