Beranda Politika Pecat Emil, PDIP: Loncatan Karir Politik Lewat Kehendak Rakyat

Pecat Emil, PDIP: Loncatan Karir Politik Lewat Kehendak Rakyat

0
Pecat Emil, PDIP: Loncatan Karir Politik Lewat Kehendak Rakyat
RICKY/RADAR DEPOK TERJUN LANGSUNG: Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto melihat langsung Diklat Baguna dan Badan SAR Nasional (Basarnas) di Bumi Perkemahan Cibubur, Depok, Kamis (23/11).
RICKY/RADAR DEPOK
TERJUN LANGSUNG: Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto melihat langsung Diklat Baguna dan Badan SAR Nasional (Basarnas) di Bumi Perkemahan Cibubur, Depok, Kamis (23/11).

DEPOK – Sekertaris Jenderal, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto tegaskan pihaknya telah memecat Emil Dardak sebagai salah satu kader PDIP lantaran telah memilih untuk hijrah ke partai lain.

Hal itu diungkapkan Hasto usai menghadiri Dilat Basarnas dan Baguna di Bumi Perkemahan Cibubur, Depok, beberapa waktu lalu.

“Kami berharap bahwa masyarakat yang begitu mendambakan pemimpin perubahan, pemimpin yang punya latar belakang pendidikan yang sebenarnya cukup tinggi untuk mampu mengatasi persoalan di Trenggalek yang terisolir,” kata Hasto.

Akan tetapi, kata Hasto, pada kenyataannya baru berjalan 2 tahun yang bersangkutan (Emil) dianggap tidak komitmen. Kata Hasto, langkah Emil dimungkinkan karena pendidikan barat, dimana aspek-aspek individualisme loncatan karir hal yang biasa.

“Tetapi bagi PDI Perjuangan untuk menjadi Bupati menjadi Gubernur paling tidak sekurang-kurangnya menyelesaikan satu tahap, satu periode dulu sehingga komitmen rakyat tidak dikorbankan,” katanya

Hasto menegaskan, loncatan karir politik itu hanya dilakukan melalui kehendak rakyat. Salah satu contohnya, ketika Jokowi menjadi walikota beliau menyelesaikan lebih dari satu periode dan masyarakat terhadap kepemimpinan Jokowi yang merakyat mendorong beliau menjadi Gubernur.

“Dari Gubernur karena pengalaman sebagai walikota dan mampu membawa perubahan secara cepat di Jakarta, rakyat kemudian menghendaki maka sebuah kepemimpinan yang berjenjang. Nah PDI Perjuangan bukan punya tradisi loncat-loncat seperti itu tetapi setiap jenjang jabatan untuk memerlukan dukungan mentalitas, dukungan pengalaman dan dukungan kedewasaan dalam politik,” ujarnya

Berdasarkan usulan bidang kehormatan, lanjut Hasto, PDIP memberikan sanksi pemecatan seketika itu juga, ketika yang bersangkutan sudah mendapat dukungan dari partai lain.

“Ini merupakan tindakan disiplin setiap partai melakukan hal tersebut karena partai ini dibangun bukan karena untuk kepentingan pribadi atau ini dibangun untuk kepentingan kolektif bagi rakyat, bukan collective bagi dirinya sendiri,” tandasnya. (cky)