Beranda Politika Pilpres, Parpol Baru Sulit Usung Calon Sendiri

Pilpres, Parpol Baru Sulit Usung Calon Sendiri

0

DEPOK – Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit menilai, partai politik (Parpol) baru, akan sulit mengusung calon sendiri dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Diketahui dari 14 parpol yang lolos fase pengisian data di sistem informasi partai politik (sipol) Komisi Pemilihan Umum (KPU), empat diantaranya merupakan pendatang baru di kancah perpolitikan Indonesia, yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Berkarya, dan Partai Garuda.

“Parpol baru untuk Pilpres tidak masalah. Partai baru, berhak tapi tidak mampu untuk bersaing,” tutur Arbi saat dihubungi Radar Depok.

Menurutnya, secara praktis dan idealnya pun tidak mungkin, karena Parpol baru harus mempersapkan dengan matang, hingga ketingkatan terendah dalam susunan organisasi. “Mereka harus bersiap dulu, mencalonkan dari parpol sendiri tidak akan mungkin,” paparnya.

Sebab, menjadi peserta pemilu yang diperhitungkan tidak bisa instan, harus bertahap, mulai dari pemetaan di tingkat kota/kabupaten hingga membesar menjadi peserta yang diperhitungkan.

“Itu berangsur-angsur, tidak bisa instan seperti bikin kue, diadon dan dikasih komposisi sesuai resep. Politik ini bukan pabrik, ini organisasi manusia,” terang Arbi.

Menurutnya, saat ini orang salah membaca hak, kalau sudah terdaftar, bisa ikut Pemilu dan bisa ikut Pilpres. Padahal, matematika seperti itu tidak ada di dunia politik.

“Seperti, tidak ada orang yang pindah dari parpol lama, ke parpol lain. Di Indonesia orangnya masih konservatif, yakin dan percaya pada ideologi parpolnya. Begitu gamang untuk pindah,” terangnya.

Mengatasnamakan golongan, sambut Arbi, juga bukan jaminan suatu parpol dapat mendulang suara maksimal dalam pesta demokrasi. Misalnya, ia mencontohkan wanita, dari wanita saja masih ada jenis-jenisnya, mulai dari pekerjaan, agama, ras dan lainnya.

“Struktur sosial kita begitu rumit. Perempuan saja sudah terkotak-kotak, tinggal mau masuk ke kotak mana. Begitu juga dengan anak muda, tidak ada yang sederhana itu,” tandasnya. (cky)