Plang Mubazir Pengawasan Nihil

In Metropolis

 

AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK             BELUM MAKSIMAL : Pengendara melawan arus saat melintas di Jalan Margonda Raya, kemarin. Sejak diberlakukannya jalur cepat dan jalur lambat di kawasan tersebut, belum terlihat perubahan yang signifikan, walaupun sudah ada rambu pemberitahuan yang dipasang pada beberapa titik jalan tersebut.

DEPOK – Pemandangan baru terlihat di Jalan Raya margonda. Sebuah plang tinggi berdiri di ujung separator setelah terowongan UI tepatnya dekat kampus BSI. Plang yang berdiri belum lama tersebut bertuliskan jalur lambat dan jalur cepat di jalan tersebut.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Yusmanto mengatakan, plang tersebut sebagai penanda pengendara yang hendak melintasi jalur tersebut. Selain itu juga untuk memecah kemacetan yang kerap terjadi di jalan tersebut.

“Kami mencoba menata jalur Margonda agar lebih tertib dengan memisahkan jalur cepat dan jalur lambat,” kata Yusmanto saat dihubungi Radar Depok, Senin (27/11).

Mantan Kabid Dalops Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok tersebut mengatakan, plang tersebut nantinya akan berdiri di setiap ujung separator agar para pengendara lebih tertib. “Pendirian plang tersebut belum lama, kurang lebih 1 minggu kebelakang,” kata Yusmanto.

Selain penunjuk arah bagi pengendara, plang tersebut dibuat juga sebagai penanda mengingat banyaknya kendaraan yang tersangkut di separator Jalan Raya Margonda. “Selama ini kami mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait minimnya rambu di separator, makanya kami buat itu,” lanjut Yusmanto.

Tak hanya plang, pihaknya juga berencana untuk menebalkan garis putih yang bertujuan sebagai pengganti separator. “Banyak juga garis yang mulai memudar, nantinya akan kami pertegas baik garis putus putusnya maupun garis tegas,” beber Yusmanto.

Terkait pengawasan, Yusmanto mengatakan, hal tersebut merupakan kewenangan dari Satuan Lalulintas dari Polri sesuai dengan Undang Undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Kalau pengawasannya, kami serahkan kepada pihak kepolisian sesuai dengan UU lalu lintas,” pungkas Yusmanto.

Pantauan Radar Depok, meskipun sudah diberikan plang pengendara motor lewati jalur lambat, masih saja banyak pengendara yang melanggar. Para pengendara tersebut beralasan sudah terbiasa untuk melewati jalur tersebut. “Saya baru tahu, biasanya sih tidak apa apa,” kata Rudi salah satu pengendara sepeda motor.

Selain terbiasa, pengendara lainnya Raven mengatakan, lebih cepat menggunakan jalur sebelah kanan ketimbang jalur sebelah kiri, “jalur kiri kadang macet, angkot sering naik turunin penumpang sembarangan juga banyak mobil keluar masuk dari toko-toko yang berjejer di jalan margonda,” pungkas Raven. (ade)

You may also read!

walikota depok bermasker putih

Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

Mohammad Idris   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan

Read More...
PN pedagang pasar kemirimuka

Banyak Bansos di Depok, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun

MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO

Read More...
XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Mobile Sliding Menu