RICKY/RADAR DEPOK PEDULI: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna didampingi Istri dan Kabag Kesos, Marjaya serta seluruh kader Pendamping ODHA foto bersama usai di New Panjang Jiwo Resort, Kabupaten Bogor, Kamis (23/11)
RICKY/RADAR DEPOK
PEDULI: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna didampingi Istri dan Kabag Kesos, Marjaya serta seluruh kader Pendamping ODHA foto bersama usai di New Panjang Jiwo Resort, Kabupaten Bogor, Kamis (23/11)

BOGOR Kader Pendamping Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) harus menjadi ujung tombak dalam memberikan informasi terkait HIV/AIDS.

Karenanya, Pemerintah Kota Depok melalui bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos) Setda Kota Depok menyelenggarakan kegiataan pendampingan kepada 33 Kader Pendamping ODHA yang tersebar di 11 Kecamatan di Kota Depok.

Kegiatan yang diselanggarakan sejak 22-23 November 2017 di Kabupaten Bogor ini mengusung tema ‘Melalui kegiatan Pembinaan Bagi Pendamping ODHA 2017, Kita Tingkatkan Kualitas Pendampingan dan Sosialisasi HIV-AIDS menuju Depok yang Unggul, Nyaman dan Religius’ dibuka langsung Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna.

Pembina Warga Peduli AIDS (WPA) Kota Depok, Danie Satiri menjelaskan, dalam pembinaan ini lebih menekankan tentang materi terkait Temukan Obati Pertahankan (TOP). Sebab, kader pendamping yang selalu mobile di lingkungan.

“Perlu ditanamkan TOP kepada kader pendamping,” kata Danie kepada Radar Depok, kemarin.

Dalam pembinaan tersebut, sambung Danie, yang menampaikan materi dari KPA Kota Depok, Dinkes Kota Depok dan narasumber dari non PNS. Diharapkan dari kegiatan ini, kata Danie, dapat menjadi modal untuk kader bekerja di lingkungan serta meningkatkan kualitas kader menjadi semakin baik dalam menemukan serta mendampingi ODHA di lapangan.

“Semoga apa yang diajarkan dalam pembinaan ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan kader pendamping,” tutur Danie yang juga sebagai moderator dalam kegiatan tersebut.

Sementara, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, menjadi kader pendamping bukan pekerjaan yang mudah. Untuk itu, sambung Pradi, Kota Depok membutuhkan kader yang ikhlas dan berkualitas dalam melaksanakan tugasnya di lapangan.

“Tidak hanya untuk Depok saja, tetapi seluruh kota di Indonesia maupun di Dunia,” kata Pradi. (cky)