Beranda Pendidikan Radita-Nafila Sabet Perunggu di Malaysia Siswa SMA Lazuardi GIS

Radita-Nafila Sabet Perunggu di Malaysia Siswa SMA Lazuardi GIS

0
Radita-Nafila Sabet Perunggu di Malaysia Siswa SMA Lazuardi GIS
IST HEBAT: Radita Pramesti Utami dan Nafila Dini Aulia berhasil meraih medali perunggu dalam lomba Riset Internasional di Malaysia dalam event Kuala Lumpur Engineering Science Fair (KLESF) 2017.
IST
HEBAT: Radita Pramesti Utami dan Nafila Dini Aulia berhasil meraih medali perunggu dalam lomba Riset Internasional di Malaysia dalam event Kuala Lumpur Engineering Science Fair (KLESF) 2017.

DEPOK – Dua siswa SMA Lazuardi GIS, yakni Radita Pramesti Utami dan Nafila Dini Aulia berhasil meraih medali perunggu dalam lomba Riset Internasional di Malaysia dalam event Kuala Lumpur Engineering Science Fair (KLESF) 2017.

Guru Pembimbing Research SMA Lazuardi GIS, Deni Irawan mengatakan, dua siswa yang sekarang ini duduk di bangku kelas XI tersebut, membuat makanan mi yang berbahan dasar biji buah nangka.

Dipilihnya biji buah nangka karena Indonesia yang merupakan negara tropis banyak terdapat buah nangka. Beberapa orang pun kerap membuang biji buah nangka tersebut, tentu hal tersebut sangat disayangkan.

“Total ada 288 tim yang ikut serta dalam lomba tersebut, mereka berasal dari beberapa negara diantaranya, Malaysia sebagai tuan rumah, Kamboja, Hongkong, Filiphina, Tiongkok, dan Thailand,” ucapnya kepada Radar Depok.

Deni menuturkan, dipilihnya biji buah nangka, karena di biji tersebut mengandung banyak karbohidrat yang baik untuk tubuh. Jadi, bisa mengurangi penggunaan tepung terigu. Sedangkan, dipilihnya olahan makanan yang berbentuk mi, karena mi adalah makanan yang sudah tidak asing lagi di berbagai negara di Asia.

“Sebenarnya kami dalam lomba tersebut, mengirimkan tujuh tim. Dalam lomba tersebut, ada beberapa hal yang menjadi penilaian, yakni originality and innovativeness, project execution, quality and impact, project presentation and communication,” terangnya.

Deni menjelaskan, tidak berhenti disini saja, tetapi ada agenda lomba internasional lagi yang akan diikuti siswa SMA Lazuardi GIS. Diantaranya, Desember 2017 ke Taiwan lomba tentang penemuan, dan Januari 2018 ke Taiwan untuk ikut dalam Science Fair.

“Di Januari 2018 itu, sangat sulit untuk bisa menjadi pesertanya, karena tidak semua orang bisa ikut dalam ajang tersebut,” jelasnya. (peb)