Beranda Satelit Depok Rumah Tasmih Siap Ambruk

Rumah Tasmih Siap Ambruk

0
Rumah Tasmih Siap Ambruk
INDRA/RADARDEPOK RUSAK: Tasmi (tengah) berfoto bersama Ketua RT 03/19, Kelurahan Kemirimuka, Edi Sahuri (kanan).
INDRA/RADARDEPOK RUSAK: Tasmi (tengah) berfoto bersama Ketua RT 03/19, Kelurahan Kemirimuka, Edi Sahuri (kanan).

DEPOK – Miris, itulah kata yang tepat menggambarkan kehidupan Nenek Tasmi Entong, warga RT03/19, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji. Nenek yang telah berusia 80 tahun tersebut, hanya tinggal berdua bersama seorang cucu perempunya di sebuah rumah yang sudah sangat mengkhawatirkan kondisinya atau termasuk dalam kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Berdasarkan pantauan Radar Depok, Rabu (1/11), atap rumah nenek Tasmi bambu penahan genteng sudah keropos, dan gentengnya sudah banyak yang bocor. Bahkan, tembok rumahnya sudah retak dan banyak yang sudah hancur.

Tasmi Entong mengatakan, jika turun hujan atap rumahnya pasti bocor, dan air hujan akan menggenangi seisi rumahnya, dan akhirnya menumpang di rumah tetangganya. Dia mengatakan bahwa sehari – hari dirinya dan cucu perempuanya hidup dari belas kasihan warga sekitar rumahnya.

“Saya tidak tahu mau dapat duit darimana untuk benerin rumah saya, saya aja makan dikasih – kasih orang,” ucapnya lirih dengan suara yang terbatah – batah.

Dia mengatakan, dirinya mempunyai tiga orang anak yang kesemuanya sudah menikah dan hidup sendiri-sendiri, namun anak-anknya juga hidup dibawah garis kemiskinan sama seperti dirinya.

“Anak pertama saya tinggal di Sawangan sebagai tukang sampah, yang ke dua ngontrak di wilayah Kemirimuka profesinya kuli bangunan, yang ke tiga tinggal sama saya di sisini tapi dia sudah meninggal beberapa waktu lalu, jadi saya tinggal sama cucu saya, karena suaminya sudah nikah lagi,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua RT03/19, Kelurahan Kemirimuka, Beji, Edi Sahuri mengatakan, pihaknya sudah mengajukan renovasi rumah Tasmi ke Pemkot Depok lewat Musrembang dan disepakati akan mendapatkan anggaran untuk tahun 2018, namun Edi beranggapan rumah Tasmi tidak akan bertahan selama itu, mengingat kondisinya yang sangat rapuh.

“Sudah diajukan ke RW dan LPM Kemirimuka, namun anggaran renovasinya diperkirakan akan cair awal atau pertengahan 2018,” ucapnya.

Dia khawatir kalau datang hujan besar disertai angin kencang, rumah Tasmi akan rubuh atapnya, dan dapat mengancam keselamatan Tasmi dan cucunya.

“Saya berharap ada penanganan yang cepat dari Pemkot Depok untuk Tasmi, minimal penghantian atap rumahnya dengan baja ringan serta dipasangi asbes,” ucapnya. (cr1)