Beranda Metropolis Saluran Diperkecil, RT07/05 Cipas Banjir

Saluran Diperkecil, RT07/05 Cipas Banjir

0
Saluran Diperkecil, RT07/05 Cipas Banjir
ADE/RADAR DEPOK SALAH SIAPA?: Puluhan rumah di Gang Mushola RT07/05, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, terendam air setinggi 30 cm.
ADE/RADAR DEPOK
SALAH SIAPA?: Puluhan rumah di Gang Mushola RT07/05, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, terendam air setinggi 30 cm.

DEPOK – Hujan yang mulai mengguyur Kota Depok sejak beberapa hari, turut menimbulkan bencana. Kemarin, puluhan rumah di Gang Mushola, RT07/05, Kelurahan Cisalak Pasar (Cipas), Kecamatan Cimangis, kebanjiran.

Banjir setinggi 30 centimeter (cm) memang kerap terjadi setiap hujan turun akibat tidak adanya saluran pembuangan yang memadai. Banjir terjadi sejak pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB.

“Setiap kali hujan tiba pasti di wilayah kami terkena banjir. Untuk saat ini kemungkinan ada 20 rumah yang terendam,” kata salah seorang warga, Figo (30).

Meski ketinggian air hanya sekitar 30 cm, namun kondisi tersebut cukup merepotkan warga. Karena air masuk sampai ke dalam rumah.

Figo mengatakan, di wilayahnya pernah digalakkan biopori namun tetap banjir. Hal tersebut diakuinya karena ujung saluran air arah ke kampus dan komplek AURI ada beton besar yang menutup saluran dan banyak sampah.

“Waktu itu pernah akan dipasang jaring sebagai pengganti beton yang menutup saluran, supaya sampah gampang dibersihin. Tapi ternyata hal itu tidak dilakukan dan justru saluran diperkecil diganti paralon,” kata Figo.

Figo meminta kepada Pemkot Depok agar serius memperhatikan rumah warga yang terkena banjir.

“Kami ingin bisa diantisipasi dengan cepat oleh Pemkot Depok, dan segera memantau apa penyebabnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Citra Indah Yulianti, meminta pengurus RT dan RW membuat laporan tertulis adanya banjir.

Laporan tersebut bisa disampaikan langsung ke Dinas PUPR atau melalui kelurahan dan kecamatan. “Coba dibuat surat laporannya dari RT dan RW ke kita. Agar bisa ditindaklanjuti,” kata Citra.

Masalah banjir di sana, sambung Citra, nyatanya berkaitan dengan wilayah lain. Sebab saluran dari permukiman warga ke arah kampus dan komplek AURI mengecil karena diganti paralon.

“Kadang-kadang juga masalahnya warga sendiri tidak mau menyediakan lahan buat saluran. Padahal kan ini buat kepentingan bersama,” kata Citra. (ade)