ADE/RADAR DEPOK DISOAL : Perumahan Arden Residence yang terletak di Jalan Pramuka, Kelurahan Mampang, Pancoranmas disoal karena belum memiliki IMB namun pembangunan sudah dimulai.

 

ADE/RADAR DEPOK DISOAL : Perumahan Arden Residence yang terletak di Jalan Pramuka, Kelurahan Mampang, Pancoranmas disoal karena belum memiliki IMB namun pembangunan sudah dimulai.

DEPOK–Perumahan Arden Residence yang terletak di Jalan Pramuka, Kelurahan Mampang, Pancoranmas memang benar-benar sakti. Perumahan yang disebut-sebut grup Pesona ini, baru mau di cek Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok.

Kasatpol PP Kota Depok, Dudi Miraz mengatakan, ia bersama tim baru akan turun mengecek ke lokasi pembangunan perumahan, yang diduga melanggar karena belum memiliki izin tersebut dalam waktu dekat. “Dimana itu lokasinya, nanti coba saya cek,” kata Dudi kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Dudi mengaku, belum bisa memastikan akan memberikan sanksi terkait pelanggaran tersebut, sebelum dia memastikan lokasi dan melihat kondisi perumahan tersebut, “Saya belum bisa pastikan sanksinya, karena belum liat lokasinya,” lanjut Dudi.

Seperti diketahui, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, Yulistiani Mochtar dengan singkat mengungkapkan, Perumahan Arden Residence sudah mengurus izin baru sampai siteplan. Namun, dilokasi sudah terlihat adanya pembangunan.

Hal tersebut menuai kecaman dari Wakil rakyat, salah satunya Wakil Ketua Komisi A, Mamun Abdullah. Ia mempertanyakan siapa dibalik perumahan seluas kurang lebih 3,5 hektar tersebut hingga mampu membangun namun izin baru sebatas siteplan

“IMB tidak ada, baru urus izin siteplan tapi tidak ada SP, sakti juga itu pengembang,” tegas politis PPP ini kepada Harian Radar Depok.

Kabarnya juga, kata Mamun, Arden Residence dibangun pengembang ternama di Kota Depok. Semesti, pengembang tersebut malu aturan di Depok jelas, tanpa mengatongi IMB jangan dulu membangun. “Ada apa Arden dengan dinas terkait,” tegasnya.

Terpisah, Bagian Umum Arden Residence, Karel mengaku, tidak mengetahui terkait izin, sebab perizinan ada yang mengurusnya. Tapi, jika dilihat pembangunan bisa berjalan artinya perizinan sudah ada. “Soal penetapan Fasos-fasum sudah dilaksanakan sesuai aturan oleh pengembang. Sudah dilaksanakan sesuai ketentuan 60-40,” singkatnya kepada Radar Depok belum lama ini. (ade)