Sebagian Separator Margonda Dibongkar

In Metropolis
IRWAN/RADAR DEPOK
DIBANGUN : Sparator di Jalan Margonda siap dipasang, beberapa waktu lalu.

DEPOK–Niat baik ingin mengurai kemacetan dengan membuat separator di Jalan Margonda Raya, malah jadi semakin macet. Tak pelak, khalayak Kota Depok mengeluhkan keberadaan separator tersebut yang dibuat tidak semestinya.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, adanya separator dan kelanjutan pembangunan itu tengah dievaluasi. Evaluasi ini jelas dia, untuk mengetahui titik-titik mana saja yang menjadi penyebab  kemacetan di jalan tersebut.

“Saya sudah minta Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengevaluasi kondisi di lapangan berkoordinasi dengan jajaran kepolisian setempat, tapi kalau ada yang harus dibongkar, ia dibongkar,” tutur Idris, kepada Radar Depok, kemarin.

Terpisah, Kepala Dishub Kota Depok, Raden Gandara Budiana menyebutkan, serius menanggapi sejumlah keluhan dan keberatan dari pemakai jalan, kaitan pembangunan beton pemisah jalan. “Memang harus ada koreksi dalam pekerjaan di lapangan untuk kebaikan semua pihak,” kata Gandara.

Separator sepanjang satu kilometer di jalan utama Kota Depok itu, beber Gandara, memang sekarang ini sedang dievaluasi dan pemantauan titik rawan kemacetan. Titik itu, sebut dia, dari arah bundara kampus UI hingga pertigaan Jalan Raya Juanda dan Jalan Raya Margonda. ”Kurun waktu dua minggu belakangan memang terus dipantau oleh kami,” ujar dia.

Tidak hanya memantau, lanjut Gandara, menginturksikan kepada anggotanya melakukan rutin penertiban terhadap angkutan kota (Angkot) dan pengemudi ojek online yang mangkal. “Supaya jalan itu lancar,“ tegasnya.

Separator di Jalan Margonda kegiatan lanjutan, untuk membagi jalur cepat dan jalur lambat. Bahkan, untuk keselamatan pengguna jalan. “Sehingga bagi warga atau pengguna jalan yang akan memanfaatkan jalur lambat, karena ada kepentingan ke permukiman maupun perdagangan dan jasa,” bebernya.

Lalu dia mengatakan, hasil evaluasi yang dilaksanakan bersama Polresta  Depok ada beberapa yang akan diperbaiki dan diberikan rambu tambahan. Sehingga bisa memberikan pemberitahuan awal kepada roda empat dan roda dua yang menggunakan jalur jalan tersebut. “Beberapa ruas yang akan dibongkar mulai jalur Ramanda sampai dengan batas Perempatan Juanda,” kata dia.

Gandara menambahkan, untuk segmen yang akan dibongkar untuk menghindari antrian dan bottle neck. Di titik  Ramanda dengan panjang 10 meter sebelah barat. Lalu, Perumahan Pesona setelah SMU Pribadi 20 meter sebelah barat dan akses Hotel Bumi Wiyata 50 meter sebelah barat.

“Tujuan lainnya dari pembagian lajur adalah sebagai manajemen akses, agar keluar masuk ke tempat jasa perdagangan tidak langsung karena sangat berbahaya, tetapi melalui lajur lambat terlebih dahulu,” bebernya.

Ditanya terkait terobosan untuk mengurai kemacetan Dishub Depok belum ada trobosan baru.”Kami masih menempatkan anggota tiap titik macet di Margonda, belum ada trobosan,” kata dia. (irw)

You may also read!

gerabah kuatkan arus

Sisi Lain Pilkada Depok : Gerabah Kuatkan Arus, Menangkan Pradi-Afifah

KONSOLIDASI : Pengurus dan Relawan Gerabah saat melakukan konsolidasi di Balai Sarmili Depok, Minggu (30/08)

Read More...
PKB untuk pradi

Pilkada Depok : PKB Usung Pradi-Afifah

RESMI : Bakal Calon Walikota Depok, Pradi Supriatna menerima SK Rekomendasi dari DPP PKB, di

Read More...
tangannya masuk ke penggilingan

Seram, Selama 4 Jam Pekerja Tangannya Masuk Penggilingan Daging

EVAKUASI : Petugas tengah menyelamatkan karyawan yang mengalami kecelakaan kerja, di toko milik Haji Doni,

Read More...

Mobile Sliding Menu