Sri Utami Apresiasi Pembuatan Monumen Adipura

In Politika

 

FOTO:  Anggota DPRD Kota Depok, Sri Utami

DEPOK Langkah Pemkot Depok membuat monumen Adipura di Simpang Ramanda, Jalan Raya Margonda diapresias Anggota DPRD Kota Depok, Sri Utami. Ini menjadi bentuk rasa syukur pemerintah beserta masyarakat atas torehan Piala Adipura 2017.

Monumen Adipura, sambung Sri, dapat menjadi pengingat atas sinergitas dan kerja keras yang selama ini telah dilakukan dan terjalin,  baik dengan masyarakat dan Pemkot dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Menurutnya, piala Adipura tidak akan bisa diraih bila tidak terjalin sinergitas yang baik antara masyarakat dengan Pemkot.

“Partisipasi aktif dari masyarakat luas menjadi hal yang penting. Karena itu, monumen Adipura ini dapat menjaga sinergitas yang selama ini sudah berjalan dengan baik terutama di bidang kebersihan lingkungan,” kata Sri.

Politikus PKS ini berharap, melalui monumen tersebut dapat memotivasi pemerintah dan masyarakat untuk terus mempertahankan keberhasilan dalam meraih Piala Adipura.

Bahkan, dirinya mendorong agar hal tersebut dapat menjadi tradisi yang senantiasa menjadi prestasi bagi Kota Depok di setiap tahunnya.

“Jika sudah menjadi tradisi, artinya nilai-nilai kebersihan serta rasa cinta terhadap lingkungan sudah melembaga dan membudaya di masyarakat. Sehingga, piala Adipura pasti tidak akan lepas selamanya dari Kota Depok,” harapnya.

Jadi Pemkot Depok tidak boleh puas atas raihan Adipura tahun ini saja, tetapi harus meningkatkan estetika kota yang mencerminkan Adipura, seperti kawasan Margonda dibuat lebih hijau dan rimbun, toko-toko di sepanjang Margonda bisa dihimbau untuk menanam pot atau membuat vertical garden.

“Begitu juga gedung-gedung pemerintah, kesan asri dan rimbun harus ditonjolkan, sekolah-sekolah harus ditanamkan budaya memilah, 3R dan hijau rimbun,” paparnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Pemkot Depok dalam menggugah kesadaran masyarakat untuk ber-PHBS sudah cukup bagus. Namun tetap perlu inovasi agar terkesan tidak sebatas serimonial.

“Perlu inovasi tambahan, misalnya membuat kawasan-kawasan percontohan yang mencerminkan PHBS secara sukses. Bisa seperti kelihatan bersih, hijau, rimbun, partisipasi masyarakatnya bagus, agar kawasan lain dapat mencontoh,” pungkasnya. (cky)

 

You may also read!

warga tapos terjaring razia masker

70 Warga Tapos Terjaring Razia Masker

GIAT : Razia masker yang diadakan oleh aparat gabungan di Jalan Raya Tapos Simpang Cilangkap

Read More...
Bona Simanungkalit

Cinta dan Seks Saat Pandemi

Bona Simanungkalit.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Banyak hal yang dibahas saat Pandemi Covid-19, dari masalah perekonomian, perubahan

Read More...
aparatur limo swab test

161 Aparatur Limo di-Swab

DITES : Sebanyak 161 aparatur menjalani tes Swab di Unit Pelaksana Dinas (UPTD) Puskesmas Limo,

Read More...

Mobile Sliding Menu