RICKY/RADAR DEPOK INSPIRATIF: Anggota Tulipe saat membangun dermaga di lahan Perumahan Cinere Residence RT10/08 Kelurahan Meruyung, Limo.

 

 

RICKY/RADAR DEPOK
INSPIRATIF: Anggota Tulipe saat membangun dermaga di lahan Perumahan Cinere Residence RT10/08 Kelurahan Meruyung, Limo.

Tunas Kali Pesanggrahan atau Tulipe, terus bergerak untuk melestarikan lingkungannya, khususnya di Kali Pesanggrahan. Siapa yang menyangka, lokasi yang dulunya dikenal angker dan menjadi sarang ular, kini disulap menjadi dermaga yang potensial di Perumahan Cinere Residence RT10/08 Kelurahan Meruyung, Limo.

LAPORAN: Ricky Juliansyah

Masih terngiang dibenak Pendiri Tulipe, Kurianto, sebelum dermaga itu dibangun, di lahan kosong perumahan pingir kali, itu awalnya semak belukar sarang ular dan warung tua bekas developer.

Saat itu, ia rombak menjadi basecamp Tulipe. Sampai akhrinya basecamp itu roboh dihantam sinar mentari dan lebatnya hujan. Di lokasi itu ia manfaatkan dengan membuat green house tanaman keras yang ia bawa dari kampong hasil pemberian orang atau kadang membeli sendiri.

“Tadinya tidak ada manusi yang mau menjamah lahan kosong itu, karena di huni jg makluk halus ,menurut anak dan tukang bangunan yang di perumahan itu. Tapi sayamanfaatkan buat melihara ikan , saya ajak patungan beberapa warga tujuan untuk menarik minat dan kepedulia mereka. Karena biasanya kalau ada hasil, baru mau, tapi lantaran kurang ilmu jadi gagal, dan ini juga coba lagi disemai 7 ribu ekor,” kata pria yang akrab disapa Anto.

Saat ini, didermaga yang dibangun, sudah ada fasilitas, seperti nuasa perkampungan, dengan sumur kerek dan tempat wudu dari tanah, mushola dan MCK yang memanfaatkan bangunan dari developer yang tidak terpakai dan mau roboh.

Kemudian, ada sarana edukasi untuk nilai dari pada alam, menanam dan beternak ikan , serta ketahanan pangan, menanam buah, kacang tanah dan jagung.

Keasrian dermaga tulipe itu, dibangun dari sumbangan dari teman-teman dekat, tetapi sebagian besar dianggarkan dari kocek pribadi Anto, seperti untuk rehab sumur, saung dan lainnya. Untuk, pengerjaan di bantu Paspikal Rescue, dari Jalan Bandung, teman-teman KP2D, dan tetanga, yang bisa nuking.

“Konsumsi dan lainnya dari dana pribadi juga,”paparnya.

Harapan, apa yang dilakukanya hanya ingin lingkungan bersih, sehat rapi , indah, kali terjaga, dan bisa untuk wisata,, dan apa yang Anto keluarkan, baik tenaga ,fikiran materi  dapat dibalas oleh Allah dengan caranya, itu sebuah bukti rasa syukur.

Apa yang Anto lakukan memang menjadi hal yang positif. Namun, positif belum tentu mendapat dukungan dari masyarakat. Bahkan bagi yang belum paham, ada yang menuduh dirinya ingin mengusai lahan tersebut. Padahal, ia hanya ingin mengembalikan fungsi kali yang ditanami aneka tanaman.

“Sebenarnya saya ingin memberikan gambaran, contoh untuk ikut berpartisipasi, tapi sampai saat ini belum. Kadang ada rasa sedih, di hati kalau bisa semua peduli , komplek yang saya tinggali bisa dijadikan komplek percontohan,” ucap Anto. (*)