Beranda Satelit Depok Sulap Lahan Garapan Menjadi Produktif

Sulap Lahan Garapan Menjadi Produktif

0
INDAH/RADAR DEPOK
MENINJAU: Lurah Curug (kelima dari kanan), menengok kebun yang dikelola kelompok tani Karang Taruna Kelurahan Curug.

Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang tengah gencar diusung Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil, Menengah baru dimulai tahun ini. Namun ternyata, Kecamatan Cimanggis khususnya Kelurahan Curug sudah melakukan program ini selama kurang lebih empat tahun.

Laporan: INDAH DWI KARTIKA

 

Kelurahan Curug menjadikan karang taruna (katar) sebagai motor mengembangkan KRPL. Tujuan utama KRPL adalah meningkatkan pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi khususnya tanaman.

Di Curug, kelompok tani yang terbentuk ada sekitar 20 anggota aktif dan lahan yang dimanfaatkan adalah lahan garapan.

“Tujuannya mengajak masyarakat untuk ketahanan pangan, tercukupi kebutuhan pangannya. Kalau semua bisa satu program dan sejalan dengan visi misi maka ada nilai ekonomisnya. Sayurnya nanti bisa dijual dan harganya lumayan mahal. Karena sayur organik penanganannya juga khusus,” kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Kustoyo kepada Radar Depok.

Meski sudah berjalan selama empat tahun, sayangnya masih banyak kendala yang dihadapi, baik KTNA maupun kelompok tani dari Katar Kelurahan Curug. Salah satunya sarana dan prasarana yang kurang memadai.

“Sisi kendalanya karena masih keterbatasan segalanya. Mendampingi masyarakat mesti ada sarana dan prasarananya. Mulai dari lahan atau memanfaatkan lahan pekarangan rumah lebih baik, lalu harus sediakan bibit, pupuk sampai polybag. Hal-hal itu yang masih kurang. Kami berharap Pemerintah Kota Depok, termasuk pak camat dan pak lurah bisa memberikan support bagi program yang bagus ini,” katanya.

Ketua Katar Kelurahan Curug, Najarudin Ajank pun mengungkapkan, banyak pemuda yang terjerumus dengan hal negatif karena tidak bisa menyalurkan hobi serta bakatnya.

Mak dengan adanya perkebunan ini menjadikan pemuda di Curug lebih peduli terhadap lingkungan dan menjadikan hal positif menjadi hasil yang maksimal.

“Sebelumnya remaja ini hanya nongkrong di warnet. Tapi sekarang mereka jadi sering ke kebun karena semangat mengerjakan tanaman ini. Pemudanya sudah semangat tinggal kami disupport dengan pemerintah Kota Depok, terutama Pak Lurah dan Pak Camat yang lebih dekat dengan kami,” kata Ajank. (*)