Beranda Metropolis Terbentuk 2015, Concern Kondisi Alam

Terbentuk 2015, Concern Kondisi Alam

0
Terbentuk 2015, Concern Kondisi Alam
IRWAN/RADAR DEPOK PEDULI LINGKUNGAN: Pendiri Tulipe, Kusrianto (kanan) bersama anggota terjun membersihkan Kali Pesanggrahan.
IRWAN/RADAR DEPOK PEDULI LINGKUNGAN: Pendiri Tulipe, Kusrianto (kanan) bersama anggota terjun membersihkan Kali Pesanggrahan.

Nama Tunas Kali Pesanggrahan (Tulipe) mungkin masih asing di telinga masyarakat Kota Depok. Komunitas pelestari Kali Pesanggrahan di sepanjang bantaran sungai dekat Cinere Residence terbentuk tahun 2015. Sesuai namanya, komunitas ini bergerak di bidang lingkungan.

Laporan: MUHAMMAD IRWAN SUPRIYADI  

Komunitas Tuliep digagas oleh Kusrianto. Dia ingin komunitas yang didirikannya untuk kepentingan masa depan. Sehingga tidak banyak lingkungan tercemar.

“Saya tidak sendirian mendirikan komunitas ini. Tapi dibantu oleh Komunitas Peduli Kali Pesanggrahan Depok (KP2D),” kata Kusrianto di sela kegiatan rutin membersihkan Kali Pesangggrahan.

Sambil membersihkan lumpur di kakinya, Anto-panggilan Kusrianto berujar, apa yang telah dilakukan selama dua tahun tentu memiliki tujuan.

Yakni ingin lingkungan yang mereka cintai tetap lestari, bersih dan dapat dinikmati anak cucu atau generasi selanjutnya.

“Kami terus berupaya mewujudkan Kali Pesangggrahan dari sampah dan gangguan tangan-tangan jahil oknum warga tidak bertangggung jawab,” katanya.

Anto mengaku bahwa banyak komunitas lingkungan di Kota Depok berkegiatan dan bergerak untuk melestarikan sungai dan lingkungan. Hal ini, kata dia, menandakan jika warga Depok cinta akan alam.

“Kita sudah lihat kondisi lingkungan sekarang ini, banyak sampah dan terjadi banjir. Tentu kita tidak boleh menyalahkan orang lain, tapi langkah sekarang ini adalah terus berbuat,” kata dia.

Masyarakat, sambungnya, tidak peduli dengan keberadaan alam, terutama Kali Pesanggrahan.

“Di sini, perumahan dikelilingi kali. Apakah 15 atau 20 tahun kedepan tidak akan banjir dan akan berubah menjadi kali yang hitam dan bau? Itu pasti akan terjadi jika kita tidak bertindak,” kata Anto. (*)