Beranda Metropolis UMK Depok Diproses Dewan Pengupahan

UMK Depok Diproses Dewan Pengupahan

0
UMK Depok Diproses Dewan Pengupahan
Illustrasi
Illustrasi UMK Depok

DEPOK-Buruh se-Kota Depok saat ini harap-harap cemas. Upah Minum Kota (UMK) Depok belum juga ditetapkan, pasca Upah Minimum Provinsi (UMP) Provinsi Jawa Barat 2018 dietapkan beberapa hari lalu. Kabarnya, saat ini tengah dalam proses pengupahan oleh pihak Dewan Pengupahan.

”Kalau untuk Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Barat (Jabar) Sebesar Rp1.544.360,” kata Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Wido Pratikno, kepada Radar Depok, kemarin.

Kenaikan UMK ini berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)‎ Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. “Buruh di Depok sudah sepakat menuntut kenaikan sebesar Rp650 ribu,” tegas Wido.

Tuntutan buruh Depok soal UMK sebesar Rp650 ribu dikarenakan kebutuhan hidup tinggi. Jadi tuntutan itu bisa menutupi kebutuhan hidup. Seperti pembayaran kenaikan listrik hampir 150 persen, pajak, gas, BBM yang sudah tidak disubsidi. “Kalau tidak ada kenaikan sebesar tuntutan kami, maka berdampak menurunnya daya beli buruh. Termasuk masyarakat, solusinya harus baik Rp 650 ribu,” terangnya.

Ia menambahkan, ada surat endaran dari Kementrian Ketenagakerjaan (Kemnaker)  dengan bernomor B.337/M.NAKER/PHIJSK-UPAH/X/2017, yang menetapkan besaran kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2018 sebesar 8,71 persen untuk Umpah Minimum Kota (UMK). “Kami belum tahu berapa naiknya, pastinya UMK Depok tahun 2018 akan diputuskan Gubernur Jawa Barat pada 21 November,”kata dia.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Depok, Diah Sadiah mengaku, belum menerima surat dari Pemrintah Provinsi Jawa Barat terkait penetapan Upah Minimum Kota Kota Depok. Sebab, kata dia, UMK itu ditetapkan oleh gubernur. “Belum ada penetapan UMK Depok,” ucap Diah.

Ia menyebutkan, UMK 2017 telah ditetapkan gaji buruh sebesar Rp3.297.489. “UMK Depok belum ditetapkan. Kami tunggu Gubernur Jawa Barat” kata Diah.  (irw)