DEPOK-Tahun ini dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok, untuk dunia pendidikan lumayan irit. Pasalnya, sebanyak 14 SDN mendapatkan bantuan Tata Kelola (Takola), dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI 2017.

”Bantuan itu untuk meningkatkan fasilitas sekolah, agar siswa dapat melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan nyaman,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Sariyo Sabani kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Bantuan yang diberikan Kemendikbud itu, kata mantan Kasatpol PP Depok,  bantuannya untuk rehab, pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), dan ada juga yang dibuatkan  sanitasi. “Dananya dari pusat langsung ke sekolah, setelah pengajuan terlebih dahulu. Saat ini sedang proses pembangunannya,” jelas Sariyo.

Ia melanjutkan, rehab sekolah juga bisa diajukan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Tentunya, bantuan dari CSR ini untuk membantu pemkot, sehingga kenyamanan belajar siswa terjaga adanya bantuan selain dari APBD. “Dari bantuan tersebut dapat digunakan untuk rehab sekolah,” ujarnya.

Sariyo berharap bagi sekolah yang mendapatkan bantuan rehab atau apapun dan dari manapun, agar dapat menjaga dengan baik. “Kalau ruang kelas bagus pasti siswa nyaman, makanya harus dijaga dan itu tugas semua yang ada di sekolah,” kata dia.

Terpisah Anggota Komisi D DPRD Depok, Rudi Kurniawan mengatakan, langkah baik jika ada inisiatif pihak sekolah meminta bantuan kepada pihak swasta atau mengajukan ke pemerintah pusat. Sebab, bantuan APBD Depok agak sedikit lambat untuk digunakan. “Apresiasi bagi pihak sekolah negeri yang mau mengajukan bantuan ke swasta lewat CSR,” kata Rudi.(irw)