AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK ANTRE GAS MELON : Warga sedang antre gas elpiji 3kg saat operasi pasar di kawasan Jalan Proklamasi, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
ANTRE GAS MELON : Warga sedang antre gas elpiji 3kg saat operasi pasar di kawasan Jalan Proklamasi, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya.

DEPOK-Kelangkaan Gas 3 kilogram (Kg) yang sempat melanda Kota Depok belum lama ini jadi masalah baru. Akhirnya, Pemkot Depok bakal memberlakukan verifikasi ulang warga miskin dan pelaku usaha kecil di Kota Depok. Tak hanya, itu nantinya yang mendapatkan si melon tersebut hanya yang memiliki kartu.

“Dilakukan startegi ini guna gas elpiji 3 kg subsidi tepat sasaran. Karena gas melon subsidi diperuntukan untuk warga tidak mampu dan pelaku usaha kecil,” kata  Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Dwi Rachma, kepada Radar Depok, kemarin.

Berdasarkan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) 2016 lalu warga miskin di Depok ada 36 ribu.

Dari jumlah warga miskin mendapatkan dana sosial terdiri dari 11 ribu penerima PKH dan 39 ribu penerima manfaat yang kini mendapatkan bantuan tiap bulan Rp110 ribu non tunai.

Dari jumlah itu, kata dia akan diverifikasi ulang. Sehingga tabung gas elpiji subsidi tepat sasaran bagi warga miskin. Sedangkan, untuk pelaku usaha kecil atau mikro berdasarkan data BPS sebanyak 160 ribu juga akan mendapatkan kartu untuk membeli gas elpiji 3 kg subsidi.

Data itu akan disingkronisasikan, sehingga ketahuan jumlah warga miskin dan pelaku usaha yang menikmati gas melon tersebut. “Nanti pembelian gas subsidi 3 kg wajib menujukan kartu, diterapkan di 2018,” kata dia.

Menurut dia, gas elpiji 3 kg subsidi itu diperuntukan untuk warga miskin dan pelaku usaha mikro. Dimana, warga miskin itu dilihat dari penghasilanya sebulan Rp1, 5 juta dan pelaku usaha mikro dibawah Rp50 juta. “Sekarang ini masih banyak warga mampu dan pengusaha pendapatan diatas Rp50 juta pakai elpiji si melon,” kata Dwi.

Terpisah, Kasie Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok, Epi Ardini mengatakan, jika pembelian si melon harus mengunakan kartu tidak mampu, akan ada peralihan penggunaan elpiji 3 kg ke Bright Gas 5,5 Kg merupakan kebijakan pemerintah pusat. Atau gas ukurang 3kg non subsidi.

“Kalau sudah disetujui dalam forum rapat, tim akan langsung membuat surat edaran ke semua pangkalan. Jadi, bakal ada dua tabung gas, yang subsidi dan non subsidi,” ungkap Epi.

Tabung gas 3 Kg subsidi dan non subsidi akan dibedakan pembelinya. Sehingga tabung gas tiga kilo bersubsidi bisa dirasakan oleh warga miskin dan pelaku UKM.

“Tabung gas 3 kg yang subsidi orang tertentu. Misalnya, harus menunjukan kartu sosial dan lainnya. Ini masih dalam kajian,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pemasokan gas elpiji ukuran 3 kg subsidi di Kota Depok selama satu bulan sebanyak sebanyak 1,4 jutaan lebih. “Tentunya jika gas tersebut tepat sasaran Depok tidak langka gas elpiji,” tutupnya. (irw)