IRWAN /RADAR DEPOK KOMPAK : Para driver ojek online usai diberikan sosialisasi oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok di salah satu rumah makan Jalan Raya Sawangan, Sabtu (23/12).
IRWAN /RADAR DEPOK
KOMPAK : Para driver ojek online usai diberikan sosialisasi oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok di salah satu rumah makan Jalan Raya Sawangan, Sabtu (23/12).

DEPOK-Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, kekiniannya mulai memperhatikan ojek online (Ojol). Hal itu dibuktikan dengan tergabungnya  430 ojol menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan setelah menyosialisasikan pentingnya jaminan sosial.

Asisten Deputi Perluasan Peserta BPU dan Jaksa Kontruksi, Hadi Purnomo menuturkan, jaminan sosial bagi pekerja sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD). Sebab itu BPJS Ketenagakerjaan merangkul para pekerja yang bukan penerima upah seperti ojol.

“Driver ojol ini rentan mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan. Kami (BPJS Ketenagakerjaan) mengajak dengan menyosalisasikan jaminan sosial guna meringankan beban para driver yang sewaktu-waktu membutuhkan apa bila terjadi yang tidak diinginkan,” kata Hadi, kepada Radar Depok, Sabtu (23/12).

Jaminan sosial bagi di sektor informal menawarkan jaminan kecelakaan, hari tua, dan jaminan kematian. “Ini sangatlah bermanfaat bagi para ojol. Namun, mereka harus mendaftarkan diri. Hanya menyisihkan Rp16.800 perbulan sudah bisa menjamin hidup dan masa depan,” ulasnya.

Hadi menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan selalu memberikan kemudahan bagi para peserta terkait pembayaran iuran setiap bulan. “Sekarang sudah bisa membayar di supermarket dan tranfer di bank yang sudah bekerjasama dengan kami,” tuturnya.

Lanjut ia menyebutkan, untuk peserta bukan penerima upah yang sudah mendaftarkan diri seluruh Indonesia sebanyak 2.450.000 peserta.

“Sedangkan khusus dirver ojol seluruh Indonesia ada sekitar 70 ribu yang sudah mememiliki kartu jaminan sosial kerja,” kata dia.

Perwakilan komunitas ojol Depok, Usman mengatakan, jaminan kerja ini bermakna bagi para diver online. Diketahui ojol ini setiap hari kerjanya di jalan raya, sehinga kecelaakan kerja rentan. “BPJS Ketenagakerjaan ini memang cocok bagi para driver ojol. Sebab dilihat dari pembayaran iuran perbulan masih bisa dijangkau,” tegas Usman.

Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Kota Depok, Ruzianto menagatakan, merangkul ojol di Depok bentuk keseriusan BPJS Ketenagakerjaan peduli akan bagi para pekerja informal.

“Kami hadirkan para komunitas ojol. Alhamadulillah  430 driver menyatakan mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Mereka paling banyak yang jaminan kecelakaan dan jaminan hari tua,” tandasnya sikat.(irw)