AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK DIMUSNAHKAN : Walikota Depok Mohammad Idris bersama Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna didampingi Dandim 0508/Depok Letkol. Inf. Iskandarmanto dan Kapolres Depok AKBP Didik Sugiarto memusnahkan ribuan botol miras di Kantor Balikota Depok, kemarin.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
DIMUSNAHKAN : Walikota Depok Mohammad Idris bersama Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna didampingi Dandim 0508/Depok Letkol. Inf. Iskandarmanto dan Kapolres Depok AKBP Didik Sugiarto memusnahkan ribuan botol miras di Kantor Balikota Depok, kemarin.

DEPOK-Warga Kota Depok ternyata masih pada doyan minuman keras (Miras). Terbukti kemarin, sedikitnya 5.141 botol miras berbagai merk dan 158 bungkus kantong plastik minuman ciu, selama setahun diratakan. Pemusnahan yang menggunakan alat berat langsung dilakukan Walikota Depok Mohammad Idris, bersama Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, Dandim 0508/Depok Letkol Inf Iskandarmanto, dan Kapolres Depok AKBP Didik Sugiarto dipelataran Balaikota.

“Sekitar 5.141 botol miras berbagai merk dan 158 bungkus kantong plastik minuman ciu dimusnahkan,” kata Walikota Depok Mohammad Idris kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Pemusnahan miras, kata Idris, merupakan hasil razia atau operasi tim gabungan satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kota Depok, sejak Juni hingga Desember 2017. Bahkan, pihak Polresta dan Kodim 0508 Depok pun ikut merazia miras tersebut.

“Kegiatan pemusnahan miras salah satu langkah mengantisi serta mencegah berbagai gangguan keemanan dan ketertiban (kamtibmas) di wilayah Kota Depok yang belakangan sangat rawan sekali,” tutur pria lulusan Pondok Pesantren Pondok Moderen Gontor Ponorogo itu.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menuturkan, jajaran Forkopimda Depok memiliki tekat untuk memerangi berbagai permasalahan yang menyangkut keamanan dan ketertiban.

Bahkan, kata dia, termasuk penjualan miras. “Ini sebuah bukti komitmen bahwa seluruh jajaran Pemkot Depok termasuk Muspida lainnya ingin meningkatkan kewaspadaan,” kata Pradi.

Pradi menambahkan, peredaran miras bisa berdampak pada kerawanan sosial di lingkungan.

Lalu, tingkat kerawanan sosial yang mengakibatkan tindak kejahatan setelah mengkonsumsi miras tentunya sangat membahayakan. “Terlebih Kota Depok juga menjadi salah satu daerah transit peredaran barang barang terlarang,” ulasnya.

Lebih lanjut, dari jumlah ribuan miras yang dimusnahkan bila dijumlahkan uang sebesar Rp258. 746.950.

“Jumlahnya luar biasa diuangkan,” ucap dia.

Kapolres Depok, AKBP Didik Sugiarto mengatakan, ini sebagai simbol perang terhadap miras sebelum bulan Ramadan untuk menjaga ketenangan dan kenyamanan masyarakat menjalankan ibadah puasa. Sebab, miras menjadi salah satu pemicu berbagai aksi kejahatan seperti pelecehan, pemerkosaan dan tawuran.

“Polresta Depok tak menoleransi peredaran miras di wilayah hukumnya dengan memperketat pengawasan peredaran miras,” tuturnya.

Sementara, Kasatpol PP Depok, Dudi Miraz menyebutkan, kegiatan razia tim gabungan itu sebetulnya dilakukan secara rutin, di beberapa tempat penjualan miras. Seperti warung dan kios jalanan saja baik dari pemantauan maupun laporan keluhan masyarakat.

Ada beberapa daerah hukum berbagai Polsek yang berhasil diamankan miras di Polsek Pancoranmas sebanyak 120 botol, Kecamatan Limo 132 botol, Kecamatan Polsek Bojonggede 93 botol, Polsek Sukmajaya 120, Polsek Beji 32 botol, Polsek Sawangan 43 botol

“Rawan terhadap penjualan miras yaitu di Kecamatan Cimanggis, Sukmajaya, Sawangan, Bojongsari dan Beji,” katanya.(irw)