AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK             BERGEGAS : Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) bergegas saat akan melakukan apel pagi di halaman Balaikota Depok, kemarin.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BERGEGAS : Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) bergegas saat akan melakukan apel pagi di halaman Balaikota Depok, kemarin.

DEPOK-Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok, jangan sekali-kali bengal menambah libur. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), tegaskan bakal memberikan sanksi tegas dan memotong tunjangan jika ditemukan ASN bolos setelah libur Tahun Baru. Tak hanya itu, akibat adanya libur gaji ASN yang biasanya terbayar lunas pada tanggalnya, baru bisa dicairkan 3 Januari 2018.

“Tidak boleh bolos kerja usai libur tahun baru. Kita lakukan karena sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Kepala BKPSDM Supian Suri, kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Ketentuannya, kata Supian jika bolos kerja tanpa ada alasan, maka akan ditindak sesuai hukuman disiplin ASN. Hal itu, sambung dia, diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010. ”Ditambah potongan tunjangannya, semua harus masuk pada 2 Januari 2018,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan SDM (BKPSDM) Kota Depok, Selviadona menambahkan, ASN yang yang tidak masuk kerja tanpa keterangan, akan kena sanksi berupa pemotongan tambahan penghasilan dan sanksi sesuai PP 53 Tahun 2010 tentang disiplin ASN. “Sanksi tergantung tidak masuk kerjanya berapa hari, tanpa keterangan,” tuturnya.

Prihal adanya penundaan gaji ASN yang biasa pada tanggal 1 tiap bulan, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Nina Suzana menegaskan bahwa sudah biasa setiap tahun gaji ASN ditunda.

Sebab masih libur, jika tanggal 2 masuk kerja maka ASN ditiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah bisa memproses untuk usulan gaji. ”Setiap awal tahun memang seperti itu. Kalau gajian ASN biasanya tanggal 1,”tutup Nina. (irw)