Irwan/Radar Depok KOMITMEN : Jajaran direksi rumah sakit yang ada di Kota Depok menandatangani kerjasama lanjutan dengan BPJS Kesehatan Cabang Depok, kemarin.

 

Irwan/Radar Depok
KOMITMEN : Jajaran direksi rumah sakit yang ada di Kota Depok menandatangani kerjasama lanjutan dengan BPJS Kesehatan Cabang Depok, kemarin.

DEPOK  –Sebanyak 36 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), yang terdiri dari 15 rumah sakit, 16 apotek, dan 5 optik melakukan penandatanganan kerjasama (PKS) lanjutan dengan BPJS Kesehatan Cabang Depok, kemarin.

Selain FKRTL, penandatanganan PKS juga dilakukan BPJS Kesehatan dengan Dinas Kesehatan Kota Depok mewakili Pemerintah Kota Depok, terkait peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kategori penerima bantuan iuran (PBI).

“Penandatangan PKS ini merupakan lanjutan untuk tahun 2018. Untuk rumah sakit, saat ini yang menandatangi PKS sebanyak 15 rumah sakit dari 24 rumah sakit di Kota Depok yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Sembilan rumah sakit yang lain sudah melakukan penandatanganan PKS,” ungkap Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Depok, Maya Febriyanti Purwandari.

Perihal rumah sakit yang belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Depok, Maya mengatakan masih ada lagi lima rumah sakit. Namun, kelimanya sudah mengajukan proposal kerjasama dan diyakini pada 2018 sudah dilakukan penandatanganan PKS.

“Dalam kerjasama ini, BPJS Kesehatan juga menerapkan program baru, yakni verifikasi digital klaim (vedika). Awalnya verifikasi klaim dari rumah sakit dilakukan secara manual, kini secara digital. Dengan program ini membuat verifikasi klaim lebih mudah dan efisien. Selain itu, menghindari fiksi antara verifikasi BPJS dengan rumah sakit,” pungkasnya.

Mengenai peserta yang masuk kategori PBI, Maya mengatakan saat ini 165.000 orang. PBI adalah warga yang tidak mampu berdasarkan hasil verifikasi Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial. Iuran peserta PBI ditanggung oleh Pemerintah Kota Depok untuk layanan kesehatan di kelas 3. Besaran anggaran yang digelontorkan untuk PBI mencapai Rp3,5 miliar perbulan.

Sementara, Direktur RS Bhakti Yudha, Sjahrul Amri, mengutarakan pihaknya sangat berkomitmen melanjutkan kerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Depok. Ditegaskannya, pelayanan kesehatan di RS Bhakti Yudha diberikan secara maksimal dan tidak ada perbedaan pelayanan kesehatan pasien antara yang umum dengan peserta umum.

“Harapan mudah-mudahan penganggaran pembiayaan bisa ditingkatkan karena biaya operasional rumah sakit selalu meningkat,” harapnya.(irw)