ADE/RADAR DEPOK TEGANG : Proses pengangkatan seekor anjing yang terperosok kedalam sebuah sumur yang memiliki kedalaman kurang lebih 20 meter, Senin (25/12).
ADE/RADAR DEPOK TEGANG : Proses pengangkatan seekor anjing yang terperosok kedalam sebuah sumur yang memiliki kedalaman kurang lebih 20 meter, Senin (25/12).

DEPOK – Sesuai dengan namanya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, berhasil menyelamatkan nyawa seekor anjing dewasa yang terperosok kedalam sebuah lubang sumur yang memiliki kedalaman kurang lebih 20 meter, Senin (25/12).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Yayan Arianto mengatakan, kejadian di jalan Mandor samin RT03/06, Kelurahan Kalibaru, Cilodong. Setelah mendapatkan laporan dari warga, pihaknya langsung bergerak cepat untuk menyelamatkan anjing teresbut.

“Pemilik anjing tersebut diketahui milik Bpk Mardio, terperosok dalam sumur pada pukul 12.00 WIB,” kata Yayan saat dikonfirmasi Radar Depok, Senin (25/12).

Dengan mengerahkan 1 unit mobil ranger berisi 7 personil, petugas berhasil menaikkan anjing tersebut dalam keadaan selamat, “ini memang tugas kita selain mmadamkan api, kami siap membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” katanya.

Sementara itu, mengantisipasi musibah kebakaran di Depok saat musim libur, Yayan mngatakan akan tetap mengerahkan personelnya untuk bersiaga selama libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Sebanyak 180 personel Damkar yang disiapkan dengan dibagi menjadi dua shift penjagaan. “Aparat Damkar masuk secara bergantian (sistem shift) seperti pada hari-hari biasanya,” ujar Yayan.

Yayan mengatakan sebanyak 180 personel Damkar yang bertugas diambil dari Markas Komando (Mako), Unit Pelaksana Teknis (UPT), maupun yang ada di Pos Wali Kota. Nantinya mereka akan berjaga-jaga 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran. “Kami bersiaga kalau sewaktu-waktu terjadi musibah kebakaran. Dinas Damkar dan Penyelamatan akan sigap melayani warga,” terangnya.

Bagi warga Depok yang hendak berlibur pada perayaan Natal dan Tahun Baru, diimbau untuk menitipkan rumahnya pada tetangga atau pengurus lingkungan. Tak lupa, sebelum meninggalkan rumah warga diminta mematikan listrik dan mencabut setop kontak yang masih terpasang. “Masyarakat juga jangan main petasan, karena berbahaya dan bisa berpotensi terjadinya kebakaran,” ujar Yayan. (ade)