AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK PROGRES: Kondisi terkini proyek pembangunan jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi II di kawasan Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Sabtu (16/12). Di wilayah ini belum semua bangunan milik warga mendapat ganting untung.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PROGRES: Kondisi terkini proyek pembangunan jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi II di kawasan Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Sabtu (16/12). Di wilayah ini belum semua bangunan milik warga mendapat ganting untung.

DEPOK – Pemerintah Pusat sedang mengebut pengerjaan ratusan kilometer jalan tol di seluruh wilayah di Indonesia. Beberapa di antaranya melintasi Kota Depok, yakni Tol Cimanggis-Cibitung (Cimaci), Cimanggis-Jagorawi (Cijago), dan Tol Depok-Antasari (Desari).

Adapun masing-masing panjang tol tersebut, untuk Cijago 14,64 Km, Cimaci 26,3 Km dan Desari 21,6 Km.

Namun, Proyek pembangunan tiga tol yang melintasi Kota Depok sepertinya berjalan lambat. Pasalnya kegiatan yang dimulai sejak tahun 2006 silam tersebut hingga saat ini masih terus berproses.

Masalah pengadaan tanah dianggap salah satu penyebabnya. Untuk itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok, terus menggencarkan persoalan pengadaan tanah. BPN menargetkan penyelesaian pembebasan lahan dapat rampung tahun 2018.

Kepala BPN Kota Depok, Almaini mengatakan, dari total tiga tol yang sedang dikerjakan yakni Cimanggis-Cibitung (Cimaci), Depok-Antasari (Desari) dan Cimanggis-Jagorawi (Cijago), hampir secara keseluruhan sudah selesai. “Tinggal beberapa persen lagi yang belum terselesaikan,” kata Almaini.

Dari total keseluruhan Tol Cimaci yakni 161 bidang tanah dengan total 5,7080 hektar atau sepanjang 3,5 km yang melintasi di Kota Depok, masuk wilayah Kelurahan harjamukti dan Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos sudah 100 persen selesai pembayaran pembebasan tanahnya.

“Per hari Selasa (14/11), seluruh tanah untuk pembangunan Tol Cimaci sudah dibayarkan semua,” kata Almaini.

Sedangkan untuk Tol Desari, dari perencanaan awal kurang lebih 2.783 bidang dengan total 120,8098 hektar, terbagi atas 3 seksi. Yakni Seksi I Kelurahan Pangkalan Jati Baru dan Kelurahan Gandul dengan banyaknya bidang 565 bidang total 28,4090 hektar.

Seksi II Kelurahan Krukut, Grogol dan Rangkepan Jaya dengan banyaknya bidang 1.277 bidang total 50,1385 hektar. Seksi III Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Cipayung, dan Cipayung Jaya dengan banyaknya bidang 941 bidang  total 42,2625 hektar.

“Untuk Desari, kami baru masuk Seksi II, itu terkendala dengan gugatan di PN, masih baru 38,28 persen di Kelurahan Krukut dan 8,4 persen di Kelurahan Grogol,” kata Almaini.

Sementara Tol Cijago dari perencanaan awal kurang lebih 4.330 bidang dengan total 136,14 hektar, juga terbagi atas 3 seksi, yakni Seksi I Kelurahan Harjamukti, Sukatani, dan Cisalak Pasar dengan banyaknya bidang 1.064 bidang total 35,020 hektar.

Seksi II Kelurahan Cisalak, Baktijaya, Mekarjaya, Kemirimuka, dan Kukusan dengan banyaknya bidang 1650 bidang total 5,4 hektar.

Sedangkan Seksi III Kelurahan Tanah Baru, Krukut, Limo dan Cinangka dengan banyaknya bidang 1.616 bidang total 4,6 hektar pun masih dalam pengerjaan.

“Kalau Cijago kami sudah masuk Seksi III, dan kami sedang melakukan pengukuran ulang ROW di Kelurahan Tanah Baru,” lanjut Almaini.

Almaini berharap, tahun depan seluruh tanah yang terkena pembangunan tol dapat selesai, sehingga seluruh tol yang melintasi Kota Depok dapat terlaksana pembangunannya. “Semoga cepat rampung,” tuntasnya. (ade)