DEPOK- Meski Kota Depok minim terjadi bencana, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat mencatat Depok diurutan nomor lima dari kuantitas bencana.

“Kuantitas bencana alam di Depok berada diurutan lima dari 27 kota dan kabupaten se- Jawa Barat (Jabar),” kata Direktur Walhi Jawa Barat, Dadan Ramdan kepada Harian Radar Depok kemarin.

Bahkan, kata dia, selama tahun ini satu korban meninggal dunia dari bencana alam yang terjadi di Depok. Bencana alam tercatat di Walhi Jawa Barat, sebut dia, bencana alam seperti longsor terjadi 57 kejadian, tujuh bencana banjir, dan lima kali terjadi puting beliung.

”Dampak dari kejadian bencana alam itu, 300 warga mengusi dan 75 rumah rusak,” tutur Dadan.

Lebih lanjut Dadan menegaskan, Provinsi Jawa Barat menjadi urutan pertama daerah sering terjadi bencananya. Dari data yang ada selama tahun ini terhitung dari awal Desember ada 903 kejadian bencana lingkungan.

Dimana 30 orang meninggal dunia akibat bencana dan mengakibatkan 5.455 rumah rusak berat. “20.052 jiwa mengungsi. Kota Depok diurutan ke lima, itu berdasarkan data Walhi,” ulasnya.

Ia menambahkan, bencana alam tidak bisa diprediksi meski kawasan minim terjadinya bencana. Pasalnya, bencana terjadi karena iklim dan rusaknya lingkungan.

Contohnya, situ yang berfungsi sebagai resapan air, tapi tidak dirawat maka terjadinya banjir dan penyebab lainya yang mengakibatkan bencana alam terjadi.

“Untuk itu warga harus peduli akan lingkungan, untuk mengurangi terjadina bencana,” kata dia.

Terpisah, menimpali hal itu, Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Yayan Irianto merasan heran jika Depok urutan ke lima di Jawa Barat dari 27 kota dan kabupaten.  “Urutan ke lima dari mana dan datanya?,” kata Yayan heran.

Menurut dia, Depok kawasan yang jarang terjadi bencana. Bahkan, minim terjadi bencana alam. “Sepengetahuan saya Depok daerah minim bencana. Kalau benar data itu, maka kami akan mencari dulu datanya,” ungkapnya.(irw)