PEBRI/RADAR DEPOK : Siswa-siswiSD Muhammadiyah 3 Pondok Cina yang diwisuda tahfidz dalam kegiatan pensi yang diadakan di halaman sekolah, Sabtu (17/12).
PEBRI/RADAR DEPOK : Siswa-siswiSD Muhammadiyah 3 Pondok Cina yang diwisuda tahfidz dalam kegiatan pensi yang diadakan di halaman sekolah, Sabtu (17/12).

SD Muhammadiyah 3 Pondok Cina memanfaatkan beberapa momen dengan mengadakan pentas seni. Momen yang menjadi latar belakang kegiatan tersebut, yakni ada Gebyar Milad Muhammadiyah, Wisuda Tahfidz, dan pengukuhan Sekolah Ramah Anak.

LAPORAN: PEBRI MULYA

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PD Muhammadiyah Kota Depok, Abadi Idrus, perwakilan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan orangtua siswa.

Kepala SD Muhammadiyah 3, Lia Fitriani mengatakan, kegiatan yang diadakan di halaman sekolah tersebut, mengusung tema dengan pentas seni kita wujudkan pendidikan karakter yang sesuai tuntunan. Oleh karena itu, pendidikan karakter yang coba dibentuk dalam kegiatan tersebut, adalah karakter yang mandiri, percaya diri, dan berani untuk menampilkan potensi serta bakatnya.

“Setiap kelas diberikan kesempatan untuk menampilkan potensi dan bakatnya, tetapi ada juga siswa yang menampilkan kemampuannya gabungan dari beberapa kelas,” ucapnya kepada Radar Depok.

Lia menjelaskan, untuk kegiatan Wisuda Tahfidz, dibagi menjadi dua, yakni untuk siswa kelas rendah, yakni kelas I – III, dan kelas tinggi dari kelas IV – VI. Siswa kelas tinggi, wisuda dari Surat An Naba, sedangkan untuk siswa kelas rendah wisuda dari Surat Al Mulk. Itu disesuaikan dengan tingkatan kelasnya.

“Tetapi bukan berarti siswa hanya menghafal surat itu saja, ada beberapa yang sudah melewati tahapan hafalan di tingkatnya masing-masing. Tetapi, memang sudah ditentukan untuk wisuda, kelas tinggi dengan Surat An Naba, dan kelas rendah dengan surat Al Mulk,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Kota Depok, Abadi Idrus menuturkan, dengan adanya kesempatan siswa untuk tampil di atas panggung, maka itu bis membentuk mental serta karakter mereka. Karena, untuk membentuk karakter siswa tidak mudah, harus ada pembiasaan dan proses, jadi pensi ini adalah salah satu bagian proses dalam pembentukan karakter siswa.

“Siswa yang merupakan generasi bangsa, harus sedari dini sudah dibiasakan untuk bisa tampil dengan potensi dan bakatnya. Sehingga, kedepannya mereka sudah bisa mengasah potensi dirinya, sehingga bisa berbuah prestasi,” katanya. (*)