AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK DIDUGA MENIMBUN : Petugas dari Kepolisian dan Satpol PP Kota Depok sedang memeriksa tabung-tabung gas elpiji yang diduga ditimbun di kawasan Jalan Bojong Binong, Kelurahan Leuwinanggung, Kecamatan Tapos, Kamis (21/12).
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
DIDUGA MENIMBUN : Petugas dari Kepolisian dan Satpol PP Kota Depok sedang memeriksa tabung-tabung gas elpiji yang diduga ditimbun di kawasan Jalan Bojong Binong, Kelurahan Leuwinanggung, Kecamatan Tapos, Kamis (21/12).

DEPOK-Ada yang mau ambil keutungan dalam kesusahan warga tak mampu. Kemarin, gudang di RT2/1 Kelurahan Leuwinanggung, Tapos digerebek tim monitoring Pemkot Depok, Polresta, dan Kodim 0508 Depok. Hasilnya, kuat dugaan gudang yang tertutup tersebut telah pengoplosan gas subsidi ke non subsidi.

Pantauan Harian Radar Depok, tidak ditemukan alat pengoplosan. Tapi, ditemukan ribuan tabung gas ukuran 3 kilogram bersubsidi yang masih diatas mobil pick up di depan rumah yang dijadikan gudang. Lalugas 12 kilogram dan 40 kilogram tersusun rapih di dalam dan di luar gudang. Tidak hanya di satu tempat yang dijadikan gudang penyimpanan tabung gas. Lokasi lainya juga didapati jejeran tabung gas yang tidak jauh jaraknya. Diperkirakan ada tiga tempat yang dijadikan tempat penyimpanan gas.

“Kami mendapatkan informasi dari warga, bahwa ada pengoplosan tabung gas di tempat ini. Tapi, pas kami sampai dan masih di mobil para pegawainya langsung menghilang, hanya ada dua pegawai yang ada,” kata Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Dwi Rachma, kepada Radar Depok di lokasi, kemarin.

Dwi mengatakan, di gudang gas ini jelas tidak ada izinya, artinya aktifitas itu ilegal dan membayakan warga sekitar yang berada di dekat gudang gas.

Ini membuat pihaknya mencium adanya indikasi pengoplosan tabung gas subsidi ke non subdsi. “Kami sudah menanyakan ke dua pegawainya. Tapi mereka tidak koperatif. Tabung gasnya sekitar 300an dari berbagai berat,” kata dia.

Temuan gudang gas ini, kata dia, sudah mengarah tindak kriminal dan sudah ranahnya pihak Polresta Depok, untuk mengusut tuntas kegiatan gudang yang diduga menjalankan kecurangan mengoplos.

“Tindakan hukum ranah polisi. Kami hanya monitoring dan membuatkan laporan, tapi yang tindaklanjut dari pihak Polresta Depok. Kami harap ini ditindaklanjuti,” tuturnya.

Masih dilokasi yang sama, Kabid Trantib Satpol PP, Diki Erwin mengatakan, keberadaan gudang gas yang diduga oplosan ini, warga sekitar tidak koperatif. Malah kata dia, warga sekitar terlihat menutup-nutupi informasi tentang keberadaan gudang tersebut.

“Saya tanya dua pegawai gudang. Satu orang tidak tahu dan satu lagi yang petugas keamanan tidak tahu nama pemilik, asal barang, dan didistribusikan kemana saja. Mereka tidak tahu,” tutur Diki.

Namun setelah ditanya berkali-kali, kata dia, petugas keamanan itu menjawab bahwa didistribusi gas ke luar Depok. Antara lain, Bekasi, Jakarta, dan Cibinong Kabupaten Bogor.  “Ini kan aneh, warga sekitar juga terkesan menutup-nutupi keberadaan gudang dan mereka mengaku baru dua bulan beroperasi,” terang Diki.

Sementara, warga RT2/01 Leuwinanggung, Samat mengaku, gas-gas itu di gudang tersebut hanya transit saja dan baru dua bulan beroperasi. Terkait adanya dugaan pengoplosan gas, dirinya tidak tahu. “Saya gak tahu, dan pemiliknya juga gak tahu siapa. Rumah yang dijadikan  gudang itu ngontrak. Sama diatas ada tiga juga ngontrak ke warga,” ungkapya.(irw)